Jakarta, Berita86.com- Manajemen Persija Jakarta menegaskan bahwa klub ibu kota tersebut bukanlah tim yang bergantung pada dana APBD.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Direktur Persija, Mohamad Prapanca, dalam forum diskusi santai bersama media bertajuk Ngopi Bareng Persija di Persija Galeri, Selasa, 10 Maret 2026.
Dalam acara tersebut, Prapanca hadir bersama Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, yang akrab disapa Bepe.
Baca Juga:Kapten Persija Rizky Ridho Kecewa Ditahan Imbang Borneo FC, tapi Yakin Peluang Juara Masih Terbuka!Ambisi Itu Terwujud! Persija Menang di Ternate, Kandaskan Tuan Rumah Malut United
Keduanya berdialog terbuka dengan para jurnalis mengenai berbagai isu seputar klub, mulai dari pembangunan tim hingga berbagai persepsi yang berkembang di luar lapangan.
Prapanca mengaku heran dengan anggapan yang menyebut Persija sebagai klub yang hidup dari dana pemerintah daerah atau sering disebut APBD FC.
Menurutnya, saat ini Persija dikelola secara profesional dengan sumber pendanaan yang berasal dari berbagai sektor komersial.
Pendapatan klub diperoleh dari sponsor, kerja sama bisnis, penjualan tiket pertandingan, merchandise resmi, serta berbagai aktivitas komersial lain yang menjadi bagian dari industri sepak bola modern
Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan perusahaan milik daerah atau BUMD bukan berarti klub menggunakan dana APBD secara bebas.
Semua bentuk kerja sama dilakukan melalui perjanjian resmi yang harus dijalankan sesuai ketentuan.
Kehadiran BUMD Hanya Sebagai Mitra Bisnis
Prapanca, sebagaimana dilansir dari laman resmi klub, menjelaskan bahwa BUMD yang bekerja sama dengan Persija hadir sebagai mitra sponsor, bukan sebagai sumber pembiayaan utama klub.
Baca Juga:Rizky Ridho Perpanjang Kontrak dengan Persija hingga 2028, Ingin Tuntaskan Target yang Belum TercapaiMeriahnya Festival Nyepi di Bundaran HI, Warga: Sekarang Bisa Melihat Langsung di Jakarta
Kerja sama tersebut dinilai wajar karena Persija memiliki nilai strategis dari sisi popularitas dan jangkauan promosi.
Oleh karena itu, kolaborasi tersebut lebih berorientasi pada kepentingan bisnis dan branding.
Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas klub berjalan dalam kerangka industri sepak bola profesional yang mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik.
Dalam kesempatan yang sama, Bambang Pamungkas mengungkapkan bahwa manajemen sudah mulai menyusun rencana untuk membangun skuad musim depan.
Bepe menyebut sebagian besar pemain Persija memiliki klausul perpanjangan kontrak, sehingga manajemen kini sedang melakukan evaluasi terhadap performa para pemain.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Prapanca dan manajer tim telah berdiskusi mengenai kerangka tim untuk musim berikutnya.
