Mensesneg: Arahan Presiden Bikin Open House Lebaran 2026 Tak Boleh Mewah, Ini Alasannya

Apresiasi
Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: Kemensetneg.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Pemerintah mengingatkan seluruh jajaran kabinet untuk merayakan Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 dengan cara yang lebih sederhana.

Imbauan ini disampaikan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet sebelumnya.

Dalam rilis resmi yang disiarkan pada Selasa, 17 Maret 2026, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan agar kegiatan seperti open house maupun halalbihalal tidak dilakukan secara berlebihan.

Baca Juga:Penentuan Lebaran 2026 Makin Jelas, Ini Hasil Perhitungan TerbaruSejumlah Pendapat Kembali Mengemuka, Lebaran 2026 Sama di 20 Maret?

Menurutnya, perayaan tetap bisa dilaksanakan, namun dengan konsep yang lebih bijak dan tidak menunjukkan kemewahan.

Imbauan ini muncul di tengah kondisi Indonesia yang masih menghadapi berbagai bencana di sejumlah daerah.

Selain itu, situasi global yang dinamis juga dinilai dapat berdampak pada kondisi dalam negeri, sehingga diperlukan sikap empati dan kehati-hatian dari para pejabat negara.

Pemerintah, kata Prasetyo Hadi, ingin memberi contoh kepada masyarakat bahwa perayaan hari besar keagamaan tidak harus identik dengan kemewahan.

Namun demikian, kegiatan silaturahmi tetap diperbolehkan selama dilakukan secara wajar agar roda ekonomi tetap bergerak.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau pergerakan arus mudik Lebaran 2026. Beberapa titik seperti penyeberangan Ketapang–Gilimanuk sempat mengalami kepadatan akibat lonjakan kendaraan.

Meski begitu, petugas di lapangan terus bekerja untuk mengurai antrean dan meminimalkan kemacetan.

Baca Juga:Jangan Asal Tebak! Ini Jadwal Resmi Penentuan Idul Fitri 2026 oleh KemenagAda Rapat Penting di Hambalang! Seskab Teddy Ungkap Fokus Arahan Presiden Prabowo

Pemerintah turut mengapresiasi masyarakat yang memilih mudik lebih awal dengan memanfaatkan kebijakan kerja fleksibel.

Langkah ini dinilai efektif dalam mengurangi penumpukan kendaraan pada waktu-waktu tertentu.

Ucapan terima kasih juga, sambung Prasetyo Hadi, disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan kelancaran mudik, mulai dari aparat kepolisian, Kementerian Perhubungan, hingga berbagai BUMN sektor transportasi.

Dukungan dari TNI juga disiapkan, termasuk penyediaan armada transportasi tambahan jika diperlukan.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani mudik dan merayakan Lebaran tahun ini dengan aman, nyaman, dan tetap penuh makna tanpa harus berlebihan. (*)

0 Komentar