Momentum Lebaran 2026, Ketum Muhammadiyah: Jadikan Medsos Sarana Kebaikan, Bukan Fitnah

Khutbah
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat, 20 Maret 2016. Foto: PP Muhammadiyah.
0 Komentar

YOGYAKARTA, Berita86.com- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan pesan penting dalam khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat, 20 Maret 2016.

Dalam khutbahnya, Haedar mengajak umat Islam menjadikan momentum setelah Ramadan dan Idul Fitri sebagai titik awal membangun kehidupan yang lebih baik, dengan landasan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan kehidupan yang damai dan harmonis, dengan menjunjung tinggi nilai saling menghormati, toleransi, serta kebersamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga:BREAKING: PBNU Umumkan Lebaran 2026, Ramadan Digenapkan 30 HariRamadan Disempurnakan Menjadi 30 Hari, Menag: Lebarannya Hari Sabtu 21 Maret 2026

Menurutnya, segala bentuk konflik, perpecahan, hingga permusuhan harus dihindari karena hanya akan menjauhkan manusia dari rahmat Tuhan.

Haedar juga mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial.

Haedar Nashir menegaskan bahwa platform digital atau medsos seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menyebarkan kebaikan, bukan justru menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian, fitnah, maupun hal-hal negatif lainnya.

Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk bersama-sama membangun kehidupan yang lebih cerdas, adil, sejahtera, dan berkemajuan.

Ia menilai tantangan kehidupan saat ini semakin kompleks, baik dalam lingkup nasional maupun global, sehingga membutuhkan kesiapan dan kualitas umat yang lebih unggul.

Sebagai bagian dari populasi terbesar, umat Islam didorong untuk tampil maju di berbagai bidang kehidupan.

Haedar Nashir, sebagaimana dilansir dari laman FB resmi Ketua Umum PP Muhammadiyah itu, menekankan pentingnya memperkuat etos kewirausahaan, semangat menuntut ilmu, serta budaya berkemajuan.

Selain itu, peningkatan kualitas di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi juga harus menjadi prioritas, agar umat Islam benar-benar mampu menjadi kekuatan utama yang unggul dan membawa kemaslahatan bagi bangsa, sesuai dengan cita-cita sebagai khaira ummah.

Baca Juga:Malam Takbiran di Jakarta: Car Free Night, 5.000 Obor dan Festival 1.000 Bedug di Sudirman-ThamrinResmi Segera Ditentukan! Ini Jadwal Lebaran 2026 dan 20 Ucapan yang Bikin Haru

Perlu diketahui, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan tersebut berbeda dengan pemerintah maupun NU yang memutuskan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. (*)

0 Komentar