PMK di Lampung Timur Terkendali! Fakta Sebenarnya Terungkap, Ribuan Vaksin Dikerahkan, Kasus Lama Terbongkar

Terkendali
Pemerintah memastikan wabah PMK di Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, masih dalam kondisi terkendali. Foto: Kementan.
0 Komentar

Lampung Timur, Berita86.com- Pemerintah memastikan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, masih dalam kondisi terkendali.

Langkah cepat yang dilakukan sejak awal terbukti mampu menekan penyebaran sekaligus mempercepat pemulihan ternak milik warga.

Hasil investigasi terbaru dari Dinas Peternakan setempat pada 23 Maret 2026 mengungkapkan bahwa kasus yang ramai dibicarakan bukanlah kejadian baru.

Baca Juga:Surat Edaran Baru Kementan Bikin Peternak Waspada, Ini Penyakit yang Ditakuti di PeternakanPeternakan Jadi Kunci Kemandirian Pangan, Kementan Perkuat Hilirisasi dan Kesehatan Hewan

Data tersebut merupakan akumulasi kasus lama yang terjadi sejak Februari hingga Maret 2025.

Dari penelusuran di lapangan, tercatat sebanyak 135 ekor ternak terdampak, dengan 25 ekor di antaranya mati.

Mayoritas kematian terjadi pada pedet yang lahir dari induk bergejala PMK. Sementara itu, hanya satu kasus kematian pada sapi dewasa yang terindikasi PMK, dan dua lainnya dipastikan tidak berkaitan dengan penyakit tersebut.

Sebagian besar ternak yang terpapar diketahui belum mendapatkan vaksinasi, meskipun sosialisasi dan edukasi sebelumnya telah dilakukan kepada para peternak.

Meski begitu, respons cepat pemerintah mulai menunjukkan hasil positif. Penanganan intensif seperti layanan kesehatan hewan, penyemprotan disinfektan, pemberian obat dan vitamin, hingga edukasi berkelanjutan terbukti meningkatkan angka kesembuhan ternak.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa pengendalian PMK terus diperkuat melalui percepatan vaksinasi yang terencana.

Ia menyebutkan bahwa vaksinasi menjadi langkah krusial untuk menekan penyebaran penyakit.

Baca Juga:Peluang Besar! Dam Haji di Indonesia Disebut Bisa Dongkrak Ekonomi PeternakPerkuat Hulu Peternakan Lewat BUMN, Mentan Amran Targetkan Harga Ayam dan Telur Stabil

Pemerintah juga menjamin ketersediaan vaksin yang aman dan berkualitas sebagai bagian dari strategi nasional pengendalian PMK.

Untuk wilayah Provinsi Lampung, pemerintah mengalokasikan 338.000 dosis vaksin sepanjang 2026.

Distribusi dilakukan dalam dua tahap, masing-masing pada periode Januari–Maret dan Juli–September.

Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 169.000 dosis telah disalurkan ke berbagai wilayah di Lampung.

Khusus Kabupaten Lampung Timur, total 6.500 dosis telah diterima dengan realisasi penyuntikan mencapai sekitar 78 persen.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan 6.000 dosis guna mempercepat perlindungan ternak.

Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menyatakan pihaknya terus memperkuat investigasi epidemiologis serta dukungan teknis di lapangan.

Langkah yang dilakukan meliputi penelusuran kasus, wawancara peternak, hingga pengambilan sampel dari hewan sakit maupun bangkai ternak.

0 Komentar