Selain itu, penguatan surveilans dan uji laboratorium juga dilakukan untuk memastikan diagnosis lebih akurat.
Peternak pun diimbau tetap tenang dan disiplin dalam menerapkan pengendalian di kandang, seperti isolasi ternak sakit dan pembatasan lalu lintas hewan.
Di tingkat provinsi, upaya pengendalian juga terus diperkuat. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Lampung, Anwar Bahri, menyebut pendampingan langsung di lapangan terus dilakukan secara terkoordinasi.
Baca Juga:Surat Edaran Baru Kementan Bikin Peternak Waspada, Ini Penyakit yang Ditakuti di PeternakanPeternakan Jadi Kunci Kemandirian Pangan, Kementan Perkuat Hilirisasi dan Kesehatan Hewan
Langkah tersebut mencakup penguatan biosekuriti, percepatan disinfeksi, serta edukasi kepada peternak agar lebih waspada.
Vaksinasi juga terus didorong sebagai kunci utama membangun kekebalan ternak dan mencegah penyebaran lebih luas.
Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Lampung Timur, Dwi Giyarti, memastikan bahwa penanganan telah dilakukan sejak awal laporan diterima.
Berbagai upaya seperti sosialisasi, penyemprotan disinfektan, hingga pemberian terapi suportif berupa vitamin dan obat telah dijalankan.
Tim medis dan paramedis juga telah diterjunkan langsung ke lokasi untuk memperkuat penanganan.
Dengan penanganan cepat, kolaborasi lintas sektor, serta meningkatnya angka kesembuhan, pemerintah memastikan kondisi tetap terkendali.
Bagi peternak, hal ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga keberlangsungan usaha dan produktivitas ternak mereka. (*)
