Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pangan nasional tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas global.
Capaian tersebut bahkan mendapat pengakuan internasional, termasuk penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO) dalam bidang ketahanan pangan selama dua tahun berturut-turut.
Seiring dengan itu, sejumlah negara mulai menunjukkan ketertarikan untuk belajar dari Indonesia. Beberapa di antaranya datang langsung untuk melihat keberhasilan sektor pangan nasional.
Baca Juga:Bahlil Beberkan Hasil Rapat dengan Prabowo, 13 Proyek Hilirisasi Rp239 Triliun Siap DieksekusiPeternakan Jadi Kunci Kemandirian Pangan, Kementan Perkuat Hilirisasi dan Kesehatan Hewan
Amran menekankan bahwa ketahanan pangan adalah isu yang sangat krusial. Berbeda dengan krisis lainnya, krisis pangan berpotensi memicu dampak yang lebih luas, termasuk instabilitas sosial dan politik.
Karena itu, ia menilai langkah memperkuat sektor pangan dan energi melalui hilirisasi merupakan strategi jangka panjang yang menentukan masa depan Indonesia. “Di situlah masa depan ekonomi Indonesia dibangun,” tegasnya. (*)
