Gubernur Pramono Ungkap Dampak Besar Program Mudik ke Jakarta, Ekonomi Tembus Rp21 Triliun

Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Pemprov DKI Jakarta.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com- Program Mudik ke Jakarta yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terbukti membawa dampak besar selama periode Lebaran 1447 Hijriah.

Alih-alih sepi, Ibu Kota justru dipadati pengunjung yang datang untuk berwisata sekaligus beraktivitas.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan di berbagai destinasi unggulan, serta melonjaknya penggunaan transportasi publik seperti MRT dan LRT.

Baca Juga:Banten dan Jakarta Perkuat Sinergi, Kajian MRT hingga Balaraja Resmi DimulaiGubernur Pramono Atur Lapangan Padel: Tak Boleh Lagi di Kawasan Perumahan, Simak Rincian Aturannya di Sini

Pemerintah menilai tren ini sebagai hasil positif dari sinergi kebijakan mobilitas dan penguatan sektor pariwisata.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut program ini tidak hanya mendorong perputaran ekonomi, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

“Program ini berdampak luas, mulai dari ekonomi hingga perubahan pola mobilitas masyarakat,” ujarnya saat menghadiri acara halalbihalal bersama ASN di Balai Kota, dilansir pada Jumat, 27 Maret 2026.

Data menunjukkan, jumlah penumpang MRT mencapai lebih dari 135 ribu orang—melonjak sekitar 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara LRT juga mengalami kenaikan meski lebih moderat.

Di sisi lain, sektor pariwisata mengalami lonjakan signifikan. Kawasan Monas dipadati lebih dari 126 ribu pengunjung, Ragunan menembus angka 222 ribu, dan Ancol dikunjungi sekitar 155 ribu wisatawan selama libur Lebaran.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa Jakarta kini tak hanya menjadi pusat aktivitas, tetapi juga destinasi liburan yang diminati saat momen hari besar.

Tak hanya itu, dampak ekonomi dari program ini juga terbilang besar. Hingga menjelang Lebaran, nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp21 triliun, dan diproyeksikan melampaui Rp25 triliun hingga akhir Maret.

Baca Juga:Groundbreaking Taman Semanggi, Gubernur Pramono Wujudkan RTH Ikonik tanpa Bebani APBDTiket Turun Drastis! Seskab Teddy Bongkar Kereta Murah Tapi Nyaman, Jakarta–Yogyakarta Mulai Rp135 Ribu

Menariknya, sejumlah daerah juga ikut merasakan efeknya melalui program promosi, dengan kontribusi transaksi dari berbagai kota seperti Semarang dan Surabaya.

Meski terjadi lonjakan mobilitas, Pemprov DKI memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa gangguan berarti.

Sistem kerja fleksibel seperti work from office (WFO) dan work from anywhere (WFA) tetap diterapkan untuk menjaga keseimbangan layanan.

Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan mencari peluang.

Namun, Gubernur Pramono Anung mengingatkan pentingnya kesiapan individu agar dapat berkontribusi secara positif di Ibu Kota. (*)

0 Komentar