JAKARTA, Berita86.com- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil signifikan dari rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan.
Dari lawatan tersebut, pemerintah berhasil mengamankan komitmen kerja sama bisnis dengan nilai fantastis.
Dalam rilis resmi Setkab yang dikutip pada Sabtu, 2 April 2026, disebutkan bahwa total investasi yang berhasil dihimpun mencapai USD 33,89 miliar atau setara sekitar Rp575 triliun.
Baca Juga:Di Tokyo, Presiden Prabowo Saksikan Deal Rp384 Triliun, Seskab Teddy: Dunia Makin Percaya IndonesiaGaspol Energi Mandiri! Arahan Presiden Digeber, Kementan Fokus Biofuel dan Bioetanol dari Sawit hingga Jagung
Angka ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam misi diplomasi ekonomi Indonesia belakangan ini.
Rinciannya, komitmen dari Jepang mencapai USD 23,63 miliar (sekitar Rp401 triliun), sementara dari Korea Selatan sebesar USD 10,26 miliar (sekitar Rp174 triliun).
Nilai tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap potensi ekonomi Indonesia.
Menurut Seskab Teddy, derasnya aliran komitmen investasi ini tak lepas dari arah kebijakan ekonomi nasional yang dinilai semakin jelas dan progresif.
Fokus pada hilirisasi industri, penguatan energi, serta pengembangan sektor strategis menjadi daya tarik utama bagi investor global.
Ia juga menekankan peran aktif Presiden Prabowo dalam setiap pertemuan bisnis.
Tidak sekadar hadir, Presiden disebut terlibat langsung dalam diskusi, merespons kebutuhan investor, hingga memberikan arahan cepat terhadap berbagai peluang kerja sama.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan dunia usaha internasional terhadap Indonesia.
Baca Juga:Harga BBM Dipastikan Aman! Bahlil Ungkap Strategi Energi RI di Tengah Gejolak GlobalAda Rapat Penting di Hambalang! Seskab Teddy Ungkap Fokus Arahan Presiden Prabowo
Pemerintah pun memastikan seluruh komitmen tersebut tidak berhenti di atas kertas.
Realisasi investasi akan terus dikawal agar segera berdampak pada pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.
Saksikan Langsung Pertukaran 10 MoU Indonesia dengan Republik Korea
Di Korea Selatan, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Republik Indonesia dan Republik Korea.
Agenda tersebut berlangsung dalam kunjungan kenegaraannya di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu, 1 April 2026.
Pertukaran MoU ini menjadi wujud konkret penguatan kemitraan strategis kedua negara yang terus berkembang dan berorientasi jangka panjang.
Kesepakatan yang diumumkan mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan.
