Detik-detik Gempa M7,6 Guncang Sulut: Korban Ditemukan di Reruntuhan, Tsunami Kecil Sempat Terjadi

Gempa
Gempa bumi melanda Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026. Foto: BNPB.
0 Komentar

MANADO, Berita86.com- Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan bangunan Gedung KONI di kawasan Lapangan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Peristiwa tragis ini terjadi usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis pagi, 2 April 2026, sekitar pukul 05.48 WIB.

Tim gabungan bersama warga setempat langsung melakukan evakuasi terhadap korban dari lokasi kejadian.

Baca Juga:BREAKING: Gempa M 7,6 Guncang Bitung–Ternate, Warga Panik Berhamburan, Terpantau Gelombang Tsunami KecilGuncang Asia! Prabowo Bawa Pulang Komitmen Rp575 Triliun, Sinyal Kuat Ekonomi RI Melonjak

Dilansir dari rilis resmi BNPB, hasil kaji cepat sementara hingga pukul 08.00 WIB menunjukkan adanya sejumlah kerusakan infrastruktur di beberapa daerah terdampak, termasuk di Maluku Utara.

Di antaranya satu fasilitas ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua rumah warga di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah seperti Kota Bitung dan Kota Ternate selama sekitar 10 hingga 20 detik.

Kondisi ini memicu kepanikan warga yang berlarian keluar rumah demi menyelamatkan diri.

Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan, pendataan, serta penanganan darurat di lokasi terdampak.

Gempa ini juga sempat memicu gelombang tsunami dengan ketinggian yang berbeda di beberapa titik.

Data mencatat tinggi gelombang di Halmahera Barat mencapai 0,3 meter, di Bitung 0,2 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, dan Belang 0,68 meter.

Baca Juga:BREAKING: Gempa M 7,6 Guncang Bitung–Ternate, Warga Panik Berhamburan, Terpantau Gelombang Tsunami Kecil

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa waktu kedatangan gelombang bisa berbeda di setiap wilayah, serta gelombang pertama belum tentu yang paling besar.

Oleh karena itu, masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta tetap siaga dan menjauhi area berisiko.

Dari hasil pemantauan lanjutan, tercatat sedikitnya 11 gempa susulan hingga pukul 06.50 WIB.

Gempa terbesar mencapai magnitudo 5,5, dengan dua kejadian cukup signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5,5) dan 06.12 WIB (M 5,2), yang dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, agar tetap tenang namun waspada.

Warga diminta segera menjauhi pantai dan muara sungai serta melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi jika merasakan gempa kuat atau menerima peringatan resmi.

0 Komentar