JAKARTA, Berita86.com- Kerja sama internasional kembali diperkuat Indonesia dalam menghadapi ancaman narkotika global.
Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia untuk meningkatkan kemampuan penegakan hukum melalui pelatihan khusus investigasi dan penindakan.
Program ini berlangsung pada 6 hingga 10 April 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BNN, Lido, Bogor, dan diikuti oleh puluhan personel dari bidang pemberantasan.
Baca Juga:BNN Ungkap Clandestine Laboratory di Bali, Amankan Dua Orang WNA RusiaBNN Luncurkan Call Center 184, Layanan Aduan Narkotika Siaga 24 Jam
Fokus utama pelatihan adalah memperdalam teknik investigasi modern serta strategi menghadapi jaringan narkotika lintas negara yang semakin kompleks.
Menariknya, kegiatan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pelatihan serupa telah sukses digelar pada November 2025.
Hal ini menandakan adanya komitmen kuat dari kedua negara untuk membangun kerja sama berkelanjutan dalam perang melawan narkoba.
Membuka kegiatan pada Senin, 6 April 2026, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa kejahatan narkotika saat ini tidak bisa ditangani secara parsial.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi kunci utama untuk mempercepat efektivitas penindakan, terutama melalui pertukaran data dan intelijen.
Di sisi lain, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini.
Ia menilai, sinergi semacam ini sangat penting untuk memperkuat kemampuan aparat sekaligus memperluas jaringan kerja sama internasional.
Baca Juga:BNN–Kemendikdasmen Luncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, Perkuat Benteng Generasi sejak DiniBea Cukai, BNN, dan Avsec Gagalkan Penyelundupan Sabu di Bandara Tanjungpinang
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dinamika kejahatan narkotika yang terus berkembang.
Dengan bekal tersebut, personel BNN diharapkan mampu bertindak lebih efektif di lapangan.
Ke depan, kerja sama Indonesia dan Rusia diproyeksikan tidak berhenti pada pelatihan semata. Kedua negara membuka peluang untuk memperluas kolaborasi, termasuk dalam pertukaran informasi strategis hingga operasi bersama.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perang melawan narkotika kini memasuki fase yang lebih serius.
Dengan sinergi global yang semakin solid, ruang gerak jaringan narkotika internasional diharapkan semakin tertekan. (*)
