JAKARTA, Berita86.com- Operasi Ketupat 2026 menuai apresiasi luas dari masyarakat.
Tingkat kepuasan publik bahkan disebut mencapai angka 94 persen, menandakan keberhasilan pengamanan arus mudik tahun ini.
Rilis resmi Korlantas Polri, dikutip pada Selasa, 7 April 2026, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan misi kemanusiaan yang menempatkan keselamatan pemudik sebagai prioritas utama.
Ia menyebut, semangat yang diusung tahun ini adalah menciptakan perjalanan mudik yang aman dan membawa kebahagiaan bagi keluarga.
Baca Juga:Gubernur Pramono Ungkap Dampak Besar Program Mudik ke Jakarta, Ekonomi Tembus Rp21 TriliunKakorlantas Pastikan Mudik 2026 Aman, Jalur Tol Baru Disiapkan Kurangi Macet Parah
Menurutnya, berbagai langkah rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama periode mudik mendapat respons positif dari masyarakat.
Penilaian tersebut juga diperkuat oleh pandangan akademisi dan pakar transportasi yang mencatat tingkat kepuasan publik mencapai lebih dari 94 persen.
Tak hanya itu, Polri juga mengandalkan transformasi digital dalam mengelola arus lalu lintas.
Pendekatan ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data secara lebih akurat, terutama dalam menentukan strategi saat puncak arus mudik.
Pemanfaatan teknologi menjadi semakin krusial seiring meningkatnya volume kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan sistem pemantauan real time, petugas dapat merespons kondisi di lapangan secara cepat dan tepat.
Agus menambahkan, keberhasilan tahun ini tidak lepas dari evaluasi Operasi Ketupat sebelumnya.
Baca Juga:Pemudik Wajib Tahu! Polisi Ungkap Aturan Istirahat yang Bisa Selamatkan Nyawa di JalanKapolri Turun Langsung di Palembang, 5.000 Ojol dan Buruh Deklarasi Jaga Keamanan Sumsel
Sejumlah aspek menjadi fokus utama, mulai dari kelancaran arus lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, hingga kemampuan beradaptasi dalam mengambil keputusan berbasis data.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Tulus Abadi menilai Operasi Ketupat 2026 tidak hanya meningkatkan kepuasan masyarakat, tetapi juga berhasil menekan angka kecelakaan hingga 30 persen.
Ia menegaskan bahwa tingginya tingkat kepuasan publik menjadi indikator kuat bahwa pelayanan dan pengamanan selama mudik berjalan efektif dan tepat sasaran. (*)
