Barantin Gandeng KPK, Ribuan ASN Digembleng Antikorupsi: Langkah Serius Jalankan Misi Presiden

Pelatihan
Pelatihan budaya kerja dan integritas ASN Barantin bekerja sama dengan KPK. Foto: Barantin.
0 Komentar

Bekasi, Berita86.com- Badan Karantina Indonesia (Barantin) menunjukkan langkah nyata dalam mendukung agenda besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya pada poin ketujuh ASTA CITA yang menitikberatkan pada pemberantasan korupsi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan budaya kerja dan integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, secara langsung membuka kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 7 April 2026.

Baca Juga:Jelang Lebaran 2026 Puluhan Kasus Sudah Masuk, KPK Ingatkan ASN: Minta THR Bisa Pidana!Terbongkar! Bupati Cilacap Perintahkan Setoran THR untuk Forkopimda, Rp610 Juta Uang Tunai Diamankan KPK

Ini menjadi kolaborasi perdana antara Barantin dan KPK dalam memperkuat integritas aparatur negara.

Dalam sambutannya, Sahat menegaskan bahwa membangun budaya antikorupsi bukan sekadar program, melainkan fondasi penting bagi Barantin sebagai lembaga baru yang memiliki posisi strategis dalam sistem pertahanan nonmiliter.

Ia menekankan bahwa seluruh ASN harus memiliki visi yang sama dalam menjaga integritas dan profesionalisme, sehingga tercipta lingkungan kerja yang bersih dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Sahat mengungkapkan bahwa pembentukan Barantin juga berkaitan erat dengan inisiatif Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), yang bertujuan menutup celah praktik penyimpangan dalam tata kelola pemerintahan.

“Sebagai institusi baru, kami ingin memastikan budaya antikorupsi menjadi identitas utama organisasi sekaligus warisan jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Nurdiawan, memberikan apresiasi atas langkah progresif Barantin.

Ia menyebut lembaga ini sebagai instansi pertama yang memanfaatkan versi terbaru sistem pembelajaran digital KPK pada tahun 2026.

Baca Juga:KPK Akhirnya Kembalikan Gus Yaqut ke Dalam Tahanan setelah Menuai Banyak Kritik PublikLengkap Penjelasan KPK: Ini Konstruksi Perkara Kuota Haji yang Menjerat Eks Menag Gus Yaqut

Menurutnya, upaya ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi ASN berintegritas atau Gen-AKSI di lingkungan kerja pemerintahan.

Dilansir dari rilis resmi Barantin, program pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman ASN terhadap nilai-nilai antikorupsi, sehingga mereka mampu menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Karantina, Wisnu Wasisa Putra, menjelaskan bahwa sebanyak 5.975 ASN akan mengikuti pelatihan daring mulai 20 April hingga 1 Juli 2026.

Sebelum itu, peserta akan mengikuti bimbingan teknis penggunaan platform pembelajaran digital KPK pada 15 April.

Materi yang diberikan mencakup pengetahuan dasar antikorupsi dan integritas melalui sistem e-learning.

0 Komentar