Jakarta, Berita86.com- Pemerintah bersama DPR RI terus memperkuat langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tekanan global, mulai dari krisis energi hingga ancaman perubahan iklim yang kian nyata.
Kementerian Pertanian (Kementan) dan Komisi IV DPR RI kini mempererat kolaborasi demi memastikan pasokan pangan Indonesia tetap aman, stabil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa sektor pangan nasional menunjukkan performa menggembirakan.
Baca Juga:Terungkap! Cerita Pedagang Kerupuk Ini Bikin Mentan Amran Langsung Beri Rp20 JutaGaspol Energi Mandiri! Arahan Presiden Digeber, Kementan Fokus Biofuel dan Bioetanol dari Sawit hingga Jagung
Dalam waktu relatif singkat, Indonesia berhasil mencatat capaian signifikan menuju swasembada pangan.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari arahan Presiden, dukungan legislatif, serta kerja keras petani di berbagai daerah.
Produksi beras nasional bahkan melonjak tajam. Berdasarkan data BPS, terjadi kenaikan hingga 4,07 juta ton atau sekitar 13,29 persen.
Lebih mengejutkan lagi, cadangan beras nasional per 7 April 2026 telah mencapai 4,6 juta ton—angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Dengan stok sebesar ini, kebutuhan beras nasional diperkirakan aman hingga 10 sampai 11 bulan ke depan.
Kondisi tersebut menjadi bantalan penting di tengah potensi gangguan rantai pasok global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah, serta ancaman fenomena El Nino yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat.
“Melalui arahan Bapak Presiden, dukungan Komisi IV, dan kerja keras seluruh petani, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dalam satu tahun, kata Mentan Amran Sulaiman saat Raker dengan Komisi IV di Gedung DPR RI, Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga:Harga Pertalite dan Solar Tak Naik hingga Akhir 2026, Tapi Tiket Pesawat Naik, Ini Penjelasan AirlanggaSurat Edaran Baru Kementan Bikin Peternak Waspada, Ini Penyakit yang Ditakuti di Peternakan
Tak hanya beras, ketersediaan sejumlah komoditas penting lain seperti bawang, cabai, daging, telur, hingga gula juga dilaporkan dalam kondisi mencukupi.
Mengantisipasi dampak perubahan iklim, khususnya kekeringan saat musim kemarau, Kementan telah menginstruksikan berbagai langkah mitigasi sejak awal Maret 2026.
Strategi tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan berbasis sistem peringatan dini, optimalisasi sumber air, hingga pembangunan infrastruktur seperti embung dan jaringan irigasi.
Selain itu, percepatan masa tanam, penggunaan varietas tahan kering, serta penguatan koordinasi lintas daerah juga menjadi fokus utama pemerintah.
Dari sisi produksi, pemerintah terus menggenjot berbagai program prioritas. Mulai dari perluasan lahan pertanian, peningkatan kualitas irigasi, hingga penyediaan benih unggul dan alat mesin pertanian (alsintan).
