Stok Beras RI Tembus Rekor 4,6 Juta Ton, DPR-Kementan Gaspol Hadapi Ancaman El Nino dan Krisis Global

Pangan aman
Mentan Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memberikan keterangan pers usai rapat bersama. Foto: Kementan.
0 Komentar

Dalam dua tahun terakhir, ratusan ribu unit alsintan telah disalurkan ke berbagai daerah, dan jumlahnya akan terus ditambah pada 2026. Infrastruktur pengairan pun turut diperkuat untuk mendukung produktivitas petani.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga pangan akibat krisis energi global. Salah satunya melalui optimalisasi penggunaan bahan bakar nabati (biofuel).

Program B-50 yang tengah disiapkan diyakini mampu menekan impor solar hingga jutaan ton. Ke depan, pembangunan industri etanol berbasis bahan baku lokal seperti tebu, singkong, dan jagung juga akan dipercepat.

Baca Juga:Terungkap! Cerita Pedagang Kerupuk Ini Bikin Mentan Amran Langsung Beri Rp20 JutaGaspol Energi Mandiri! Arahan Presiden Digeber, Kementan Fokus Biofuel dan Bioetanol dari Sawit hingga Jagung

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan bahwa isu ketahanan pangan kini telah berkembang menjadi persoalan strategis yang sangat dipengaruhi kondisi global dan perubahan iklim ekstrem.

Ia mengingatkan bahwa ancaman El Nino bukan sekadar prediksi, melainkan risiko nyata yang dapat berdampak pada turunnya produksi pangan nasional, terutama komoditas padi.

Untuk itu, ia mendorong optimalisasi lahan pertanian melalui peningkatan intensitas tanam.

Lahan yang sebelumnya hanya panen sekali diharapkan bisa ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Selain itu, ketersediaan air menjadi faktor krusial yang harus segera dibenahi, termasuk penambahan pompa air dan perbaikan saluran irigasi.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak bisa lagi dijalankan dengan pendekatan biasa. Diperlukan langkah terpadu dari hulu hingga hilir agar Indonesia benar-benar mampu mandiri di sektor pangan.

“Ketahanan pangan adalah fondasi utama kedaulatan negara. Jika terganggu, stabilitas nasional juga ikut terancam,” tegasnya.

Baca Juga:Harga Pertalite dan Solar Tak Naik hingga Akhir 2026, Tapi Tiket Pesawat Naik, Ini Penjelasan AirlanggaSurat Edaran Baru Kementan Bikin Peternak Waspada, Ini Penyakit yang Ditakuti di Peternakan

DPR RI pun berkomitmen untuk terus mengawal setiap kebijakan agar benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat luas.

Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi tekanan global sekaligus memperkuat kemandirian pangan di masa depan. (*)

0 Komentar