MAGELANG, Berita86.com– Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis, 9 April 2026.
Kehadiran pabrik ini menandai langkah penting dalam mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Sebelum seremoni peresmian, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung berbagai unit kendaraan listrik yang diproduksi di fasilitas tersebut.
Baca Juga:Prabowo: Jamaah Haji 2026 Tenang, Dampak Harga Avtur Naik Rp1,77 Triliun Ditanggung PemerintahPrabowo Gaspol! 400 Ribu Rumah Rakyat Dikebut Tahun Ini, Lahan Negara Siap Disulap Jadi Hunian
Produk yang ditampilkan mencakup bus listrik, forklift listrik, kendaraan angkut, hingga truk listrik berkapasitas besar yang dirancang untuk kebutuhan industri.
Dalam sambutannya, Prabowo memberikan apresiasi terhadap peran sektor swasta dalam mendukung transformasi industri nasional.
Ia menilai konsistensi pelaku usaha dalam mengembangkan teknologi dan investasi menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
Kepala Negara juga berharap VKTR dapat tumbuh menjadi pemain utama industri otomotif nasional yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Menurut Presiden, industrialisasi merupakan fondasi penting bagi kemajuan teknologi suatu negara.
Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi harus diikuti dengan kemampuan mengolahnya menjadi produk industri yang memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih jauh, Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian nasional di sektor strategis seperti energi dan pangan.
Baca Juga:Di Tokyo, Presiden Prabowo Saksikan Deal Rp384 Triliun, Seskab Teddy: Dunia Makin Percaya IndonesiaPrabowo Panggil Rosan ke Hambalang, Program Sampah Jadi Energi Dikebut di 8 Kota Besar
Dalam hal ini, pengembangan kendaraan listrik dinilai sebagai langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan energi fosil sekaligus memperkuat struktur industri dalam negeri. (*)
