Seskab juga menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai ‘inflasi pengamat’, yaitu maraknya opini dari sejumlah pihak yang dinilai tidak berbasis data akurat dan berpotensi menimbulkan kecemasan publik.
Ia menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang bertanggung jawab. “Boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga stabilitas dan mendukung upaya pemerintah dalam membangun bangsa.
Baca Juga:Di Tokyo, Presiden Prabowo Saksikan Deal Rp384 Triliun, Seskab Teddy: Dunia Makin Percaya IndonesiaTak Main-main, Prabowo Saksikan Langsung: Rp11,4 Triliun Kembali ke Negara
Lebih lanjut, kata Seskab Teddy pemerintah tetap membuka ruang bagi kritik dan masukan dari masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa setiap pendapat sebaiknya disampaikan secara konstruktif dan tidak menyesatkan.
Menurut Seskab Teddy, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi, selama tetap menjaga persatuan dan tidak memicu kecemasan di tengah masyarakat. (*)
