Capaian Positif di 2025: Quran Kemenag Android Tembus Satu Juta Pengguna

Alquran
Ilustrasi aplikasi Quran Kemenag versi Android. Kemenag.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Aplikasi Quran Kemenag versi Android menutup tahun 2025 dengan sebuah capaian.

Hingga akhir Desember 2025, aplikasi yang dikembangkan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kemenag ini telah digunakan lebih dari satu juta pengguna di seluruh Indonesia.

Kepala LPMQ Kementerian Agama, Abdul Aziz Sidqi, menyebut capaian tersebut sebagai karunia Allah Swt. sekaligus amanah besar bagi pengelola layanan Alquran digital Kemenag.

Baca Juga:Kemenag Rilis Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2026, Simak Lengkap di SiniMenag: ASN Kemenag Itu seperti Air Putih, Sedikit Saja Tercemar, Semua Orang akan Melihatnya

“Alhamdulillah, ini adalah ni‘mat Allah di penghujung tahun dan bukti kepercayaan umat kepada Quran Kemenag,” ujarnya di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa kepercayaan umat tersebut harus dijawab dengan pengembangan fitur yang terus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Sejumlah fitur baru telah dihadirkan, di antaranya mushaf qirā’āt, terjemah Alquran dalam berbagai bahasa daerah, kalender hijriah bulanan, serta deteksi lokasi otomatis berbasis GPS untuk mendukung layanan keislaman yang lebih akurat dan personal.

“Quran Kemenag tidak hanya kami jaga dari sisi ketepatan mushaf dan terjemahan, tetapi juga terus kami kembangkan agar semakin relevan dengan kebutuhan umat di era digital,” tegasnya.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menilai pencapaian satu juta pengguna sebagai indikator keberhasilan transformasi digital Kementerian Agama.

“Kepercayaan satu juta pengguna menunjukkan bahwa umat membutuhkan Alquran digital yang resmi, kredibel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya, dilansir dari laman resmi Kementerian Agama.

Menurutnya, kehadiran fitur-fitur baru tersebut memperkuat peran Quran Kemenag tidak hanya sebagai aplikasi baca, tetapi juga sebagai media pembelajaran Alquran yang inklusif dan mencerahkan.

Baca Juga:Sambut 2026, Menag: Hindari Euforia, Perkuat Empati dan Solidaritas SosialMuncul Perdebatan soal Penetapan Waktu Subuh di Indonesia, Simak Penjelasan Kemenag

Menutup 2025, capaian ini menjadi momentum refleksi dan syukur atas nikmat Allah SWT.

Ke depan, Kementerian Agama (Kemenag) melalui LPMQ berkomitmen untuk terus meningkatkan khidmat kepada Alquran melalui inovasi berkelanjutan, dengan tujuan agar Quran Kemenag senantiasa menjadi pilihan utama umat dalam berinteraksi dengan Kitab Suci. (*)

0 Komentar