HAB Ke-80 Dirayakan dengan Sederhana, Dana Difokuskan untuk Korban Bencana Sumatera

Sederhana
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan seluruh rangkaian peringatan HAB ke-80 telah dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dan ditutup dengan tasyakuran sederhana. Foto: Kemenag.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 dengan tema Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.

Acara tersebut berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan Hari Amal Bakti ke-80 telah dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dan ditutup dengan tasyakuran sederhana.

Baca Juga:Capaian Positif di 2025: Quran Kemenag Android Tembus Satu Juta PenggunaKemenag Rilis Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2026, Simak Lengkap di Sini

Kesederhanaan tersebut, menurut Menag, merupakan wujud solidaritas Kementerian Agama terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

“Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Hal ini merupakan bentuk solidaritas kita terhadap saudara-saudara di Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang tengah mengalami musibah,” kata Nasaruddin Umar.

“Dana yang tersedia kemudian dikonsentrasikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” sambung Menag Nasaruddin Umar.

Ia mengungkapkan, terdapat hikmah di balik pelaksanaan HAB ke-80 yang sederhana.

Sejumlah program Kementerian Agama yang sempat mengalami penundaan pencairan anggaran memperoleh izin relokasi, sehingga dapat dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

“Dari situlah kami dapat mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup signifikan untuk masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ke depan, kita berharap Kementerian Agama akan semakin cerah dan mampu mencerahkan kehidupan masyarakat bangsa,” kata Menag.

Bantuan untuk wilayah Sumatera bersumber dari Kementerian Agama serta sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan lembaga-lembaga di bawah koordinasi Kementerian Agama, termasuk masjid-masjid dan Masjid Istiqlal.

Baca Juga:Menag: ASN Kemenag Itu seperti Air Putih, Sedikit Saja Tercemar, Semua Orang akan MelihatnyaMuncul Perdebatan soal Penetapan Waktu Subuh di Indonesia, Simak Penjelasan Kemenag

Kementerian Agama hingga saat ini telah menyalurkan bantuan sekitar Rp66,470 miliar yang bersumber dari APBN.

Selain itu, ada juga bantuan Kemenag Peduli yang bersumber dari donasi ASN Kementerian Agama dan masyarakat.

Ada juga bantuan dari Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan Poroz. Total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp155 miliar.

Menag menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

0 Komentar