Jakarta, Berita86.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan banjir di wilayah DKI Jakarta dengan memastikan kesiapan logistik, peralatan, serta pengendalian cuaca.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra Andi Eviana MSi pada Minggu, 18 Januari 2026.
Dalam pemantauan tersebut, Deputi Andi Eviana didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan koordinasi operasional dan pengecekan kebutuhan warga terdampak.
Baca Juga:Presiden Prabowo ke Inggris dan Swiss, Bahas Kerja Sama Strategis hingga Sampaikan Pidato di WEF DavosKPK Sikat Oknum Pajak, Kepala KPP Madya Jakarta Utara Ikut Ditahan
Langkah ini bertujuan memastikan kesesuaian data dengan kondisi lapangan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
Pemantauan dilaksanakan di Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Di Lapangan PT United Traktor, Deputi Andi Eviana meninjau penanganan delapan kepala keluarga atau 14 jiwa, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar, kondisi pengungsian, ketersediaan logistik, serta kesiapan peralatan pendukung bagi warga terdampak dan petugas di lokasi.
Seiring dengan kegiatan tersebut, BNPB menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik pengungsian dan permukiman terdampak banjir.
Di Lapangan PT United Traktor, sebanyak 35 kepala keluarga atau 130 jiwa menerima 35 paket bantuan logistik.
Sementara itu, di RT 15 RW 04, sebanyak 48 kepala keluarga atau 152 jiwa menerima 48 paket bantuan melalui koordinasi dengan aparat setempat. Total bantuan yang disalurkan mencapai 83 paket.
Selain itu, BNPB juga menyalurkan tambahan 50 paket sembako untuk warga RT 12 RW 04 yang diserahkan melalui Ketua RW setempat.
Baca Juga:Update Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 1.198 Jiwa, BNPB Percepat PemulihanMendagri Apresiasi KKP Kirim 1.142 Taruna Bantu Penanganan Bencana di Sumatera
Usai melakukan pemantauan dan penyaluran bantuan, Deputi Andi Eviana mengikuti rapat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko Halim Perdanakusuma.
Rapat tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas bidang dalam pengendalian curah hujan dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek.
Sebelumnya, BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 12–17 Januari 2026 di Posko Halim Perdanakusuma.
Selama periode tersebut, tercatat 20 sorti penerbangan dengan penggunaan 15.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dan 5.000 kilogram Kalsium Oksida (CaO).
Selain BNPB, BPBD Provinsi DKI Jakarta juga melaksanakan OMC menggunakan pesawat Casa TNI AU sejak 16 hingga 22 Januari 2026, dengan penerbangan operasional hingga pukul 17.00 WIB setiap hari sebagai bentuk sinergi lintas instansi.
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Jawa bagian barat pada 16–23 Januari 2026 umumnya diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
