JAKARTA, Berita86.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 23 Januari hingga 24 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam periode tersebut, bencana yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan angin kencang, yang berdampak signifikan di sejumlah daerah.
Di Jawa Barat, banjir melanda Kabupaten Bogor pada Jumat (23/1/2026). Peristiwa ini berdampak pada Desa Taman Sari, Kecamatan Rumpin, serta Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang.
Baca Juga:Update Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 1.198 Jiwa, BNPB Percepat PemulihanMendagri Apresiasi KKP Kirim 1.142 Taruna Bantu Penanganan Bencana di Sumatera
Banjir terjadi akibat jebolnya turap Setu Lampiri yang menyebabkan luapan air masuk ke permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 259 jiwa dari 78 kepala keluarga terdampak, dengan 78 unit rumah terendam.
Hingga kini, petugas BPBD setempat terus berkoordinasi dengan aparat desa untuk melakukan pendataan, distribusi logistik, serta perbaikan tanggul yang jebol.
Sementara itu, banjir disertai tanah longsor juga melanda Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (23/1/2026) setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Sedikitnya 12 desa dan 5 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan terdampak, dengan lebih dari 1.587 kepala keluarga mengalami dampak. BPBD Kabupaten Sumbawa masih terus memutakhirkan data di lapangan.
Sejak kejadian, personel BPBD telah melakukan penanganan darurat, antara lain evakuasi warga ke tempat aman serta pelaksanaan kaji cepat.
Masih dilansir dari rilis resmi BNPB, di Provinsi Jawa Timur banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Situbondo akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (21/1/2026).
Baca Juga:Prajurit TNI Berhasil Temukan Black Box ATR 42-500 di Pegunungan BulusaraungBNPB Dampingi Penyusunan R3P Pascabencana di Sumatera Barat
Bencana ini berdampak pada enam desa yang tersebar di lima kecamatan, dengan total 2.822 kepala keluarga terdampak.
Dalam rangka percepatan penanganan darurat, Gubernur Jawa Timur menetapkan status siaga darurat bencana selama 155 hari, terhitung sejak 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026.
BNPB juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem ke depan. Berdasarkan prakiraan cuaca pada 25–26 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah provinsi dan dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan angin kencang.
