JAKARTA, Berita86.com– Merespons peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan Jawa Barat yang dikeluarkan oleh BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Dalam rilis resmi BNPB yang dilansir pada Minggu, 25 Januari 2026, disebutkan bahwa operasi mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah ini dilaksanakan terpadu dengan kerja sama lintas lembaga yaitu dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, BPBD Jawa Barat, dan TNI Angkatan Udara.
Operasi modifikasi cuaca merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna mereduksi curah hujan tinggi yang diperkirakan mengguyur wilayah Jawa Barat dan Jakarta pada periode dasarian kedua dan ketiga bulan Januari 2026.
Baca Juga:Banjir dan Longsor Dominasi Bencana Nasional, BNPB Imbau Kewaspadaan TinggiLongsor Bandung Barat: Delapan Orang Meninggal, 82 Warga Masih Dalam Pencarian
Operasi modifikasi cuaca area Jakarta dan Jawa Barat telah dilaksanakan sejak 12 Januari 2026 dengan mengerahkan dua unit pesawat.
BNPB mengerahkan Cessna Carravan PK-JVH dan BPBD DKI Jakarta mengerahkan CASA 212 A-2105. Keduanya beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB melakukan penebalan dukungan armada udara dengan penambahan tiga unit pesawat Carravan yaitu PK-YNA, PK-SNG, dan PK-SNK.
Khusus PK-SNK, operasi dilaksanakan dari Lanud Hussein Sastranegara di Bandung untuk meng-cover wilayah hulu.
Dengan demikian, saat ini total sebanyak lima armada yang dikerahkan untuk mengamankan langit Jakarta dan Jawa Barat.
Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.
Per Jumat, 23 Januari 2026, total sorti penerbangan lima armada pesawat sebanyak 70 sorti dengan bahan semai yang telah ditaburkan sebanyak 43,8 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 20,6 ton Kalsium Oksida (CaO).
Baca Juga:Update Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 1.198 Jiwa, BNPB Percepat PemulihanMendagri Apresiasi KKP Kirim 1.142 Taruna Bantu Penanganan Bencana di Sumatera
Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, BNPB juga masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Tengah.
Di provinsi terdampak banjir dan longsor Sumatera, BNPB menyiagakan masing-masing provinsi satu unit pesawat.
Base operasi OMC Sumatra antara lain Lanud Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Kualanamu (Medan), dan Bandara Internasional Minangkabau (Padang).
Sementara itu untuk operasi penanganan darurat Jawa Tengah, dua unit pesawat Carravan dengan base operasi di Lanud Ahmad Yani Semarang.
