JAKARTA, Berita86.com– Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono sudah pulih kembali.
Menteri Trenggono pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian, doa, serta dukungan yang mengalir dari masyarakat setelah dirinya sempat jatuh pingsan saat prosesi penghormatan dan penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono juga memastikan kondisi kesehatannya kini dalam keadaan baik.
Baca Juga:Mendagri Apresiasi KKP Kirim 1.142 Taruna Bantu Penanganan Bencana di SumateraPresiden Prabowo Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Indonesia di WEF 2026 Davos
Berdasarkan hasil observasi tim dokter, tidak ditemukan masalah serius pada kesehatannya dan kejadian tersebut disebabkan oleh faktor kelelahan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa dari seluruh masyarakat. Alhamdulillah, kondisi saya baik-baik saja,” jelas Trenggono.
“Hasil observasi dokter menyatakan tidak ada masalah, hanya kelelahan,” sambung Sakti Wahyu Trenggono.
Pada akun sosial media Sakti Wahyu Trenggono, ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang secara langsung menelepon untuk menanyakan kondisi kesehatannya.
“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menelpon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” ungkapnya, Minggu, 25 Januari 2026.
Menurut Trenggono, kelelahan yang dialaminya tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental.
Dalam sepekan terakhir, keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah diliputi duka mendalam akibat musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menimpa jajaran KKP.
Baca Juga:Mutasi Polri 2026: 85 Pati dan Pamen Bergeser, Kadiv Humas hingga Kapolda, Ini Daftar LengkapnyaPresiden Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Belajar Sungguh-sungguh dan Hormati Orang Tua
“Seminggu terakhir ini memang melelahkan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental, karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500,” katanya.
Meski di tengah suasana duka dan kondisi yang melelahkan, Trenggono menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas negara.
Ia menyebut, saat peristiwa duka tersebut terjadi, dirinya sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kenegaraan di London dan Davos.
Namun demikian, sebagai pimpinan tertinggi di KKP, ia menegaskan selalu hadir bersama jajarannya dalam setiap kondisi, baik suka maupun duka.
“Walaupun saya tengah menjalankan tugas negara mendampingi Presiden di London dan Davos, sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan. Menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah bentuk pendampingan terakhir saya kepada keluarga besar KKP,” tuturnya.
