JAKARTA, Berita86.com- Bertempat di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik keanggotaan Dewan Energi Nasional.
Keanggotaan Dewan Energi Nasional yang dilantik Presiden Prabowo Subianto tersebut terdiri dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 134/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Energi Nasional dari Pemangku Kepentingan, serta Keppres RI Nomor 6/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Energi Nasional dari Pemerintah.
Baca Juga:Presiden Prabowo Bertemu Zinedine Zidane, Bahas Strategi Majukan Sepak Bola NasionalPresiden Prabowo Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Indonesia di WEF 2026 Davos
Untuk diketahui, Dewan Energi Nasional merupakan lembaga nasional yang dibentuk negara untuk merumuskan dan mengoordinasikan kebijakan energi Indonesia secara menyeluruh dan berjangka panjang.
Keanggotaan Dewan Energi Nasional dari Pemerintah:
1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional
2. Menteri Keuangan sebagai anggota Dewan Energi Nasional
3. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai anggota Dewan Energi Nasional
4. Menteri Perhubungan sebagai anggota Dewan Energi Nasional
5. Menteri Perindustrian sebagai anggota Dewan Energi Nasional
6. Menteri Pertanian sebagai anggota Dewan Energi Nasional
7. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai anggota Dewan Energi Nasional
8. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sebagai anggota Dewan Energi Nasional.
Anggota Dewan Energi Nasional dari Pemangku Kepentingan:
1. Johni Jonatan Numberi
2. Mohammad Fadhil Hasan
3. Satya Widya Yudha
4. Sripeni Inten Cahyani
5. Unggul Priyanto
6. Saleh Abdurrahman
7. Muhammad Kholid Syeirazi
8. Surono
Mentan Amran Siap Dorong Energi Hijau Berbasis Pertanian
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai pelantikan menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional melalui pengembangan energi hijau (green energy) berbasis sumber daya lokal.
“Insya Allah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, seperti dari ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lainnya,” kata Mentan Amran usai Upacara Pelantikan di Istana Negara Jakarta.
Baca Juga:Berdampak untuk Kepentingan Nasional: Ini Capaian Konkret dari Kunjungan Presiden Prabowo ke InggrisPresiden Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Belajar Sungguh-sungguh dan Hormati Orang Tua
Menurutnya, Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekuatan besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel.
