GAYO LUES, Berita86.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berjalan baik dengan kemajuan signifikan.
Distribusi logistik semakin lancar, harga kebutuhan pokok relatif stabil, serta layanan dasar masyarakat mulai pulih.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB (Deputi 3) Mayjen TNI Budi Irawan kembali menginjakkan kaki di Gayo Lues pada Jumat (30/1/2026) untuk memantau langsung kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi progres berjalan tahapan transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.
Baca Juga:Kapolda Aceh Tinjau RSUD Aceh Tamiang, Pastikan Sumur Bor Bantuan Polri Berfungsi PascabanjirJelang Dini Hari, Seskab Teddy Terima Gubernur Aceh Bahas Pemulihan Pascabencana
Pada bencana banjir dan longsor yang terjadi November 2025, jalur distribusi logistik utama dari Riau dan Medan menuju Gayo Lues melalui Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, terputus akibat longsor di wilayah perbatasan.
Sekitar 90 persen kebutuhan logistik masyarakat Gayo Lues bergantung pada jalur tersebut, sehingga terhentinya akses berdampak pada kelangkaan barang dan lonjakan harga hingga berpuluh-puluh kali lipat.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah pusat dan daerah melalui BNPB, Kementerian/Lembaga terkait, Dinas Pekerjaan Umum, serta unsur pemerintah daerah melakukan percepatan penanganan dengan membuka kembali akses jalan, melakukan perbaikan infrastruktur terdampak, serta membangun jalur darurat guna memastikan konektivitas distribusi logistik.
Hasil dari upaya tersebut ditinjau langsung oleh Deputi 3 saat melihat aktivitas jual beli di Pasar Terpadu Gayo Lues.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi 3 memastikan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok serta stabilitas harga di tingkat pedagang sebagai indikator awal pemulihan ekonomi masyarakat.
Di sela peninjauan pasar, Deputi 3 menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pedagang untuk memperoleh gambaran kondisi pasokan dan harga barang.
Para pedagang menyampaikan bahwa berbagai jenis kebutuhan pokok dan barang dagangan telah tersedia secara normal. Harga kebutuhan masyarakat pun relatif terjangkau dan tidak terjadi inflasi sebagai dampak dari bencana.
Baca Juga:Harlah 100 Tahun NU, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan, Hadir dan MelayaniMenjaga Keaslian Pala Tapaktuan Blangpidie Aceh, Sudah Peroleh Pelindungan IG dari DJKI Kemenkum
Usai memastikan pemulihan sektor logistik dan ekonomi, Deputi Bidang Penanganan Darurat melanjutkan agenda ke SMP N 1 Dabun Gelang.
Proses belajar mengajar diketahui telah kembali berjalan normal, meskipun masih diperlukan dukungan sarana penunjang, khususnya peralatan olahraga bagi siswa.
Kebutuhan tersebut akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari pemulihan sektor pendidikan pascabencana.
