Malang, Berita86.com– Pemerintah melalui Danantara melaksanakan groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, dengan Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan, Jumat (6/2/2026).
Hilirisasi ini diinisiasi oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan swasembada protein berlangsung aman, berkelanjutan, dan merata, seiring meningkatnya kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski Indonesia secara teknis telah swasembada daging dan telur ayam, pemerintah menilai struktur pasokan perlu diperkuat agar lebih adaptif menghadapi lonjakan permintaan.
Baca Juga:Dukung MBG, Danantara Siapkan Rp20 Triliun untuk Peternak Ayam Pedaging dan PetelurPuji MBG, Waka BGN: 33 Tahun di Birokrasi, Baru Kali Ini Ada Program Manfaatnya Terasa hingga Bawah
Kebutuhan tambahan untuk mendukung MBG diperkirakan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan kandang, melainkan penguatan ekosistem perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Agung Suganda, sebagaimana dilansir dari rilis resmi Kementerian Pertanian, mengatakan bahwa hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
“Hal ini sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ujar Agung pada acara Groundbreaking Hilirisasi Fase 1 Danantara yang diselenggarakan secara hybrid di Malang, (6/2/2026).
Ia menambahkan, Kementerian Pertanian mendukung penuh program hilirisasi sebagai instrumen pemerataan produksi di semua wilayah, menjaga stabilisasi harga dan kepastian pasokan daging ayam dan telur, terutama untuk mendukung pelaksanaan MBG.
Menurut Agung, ekosistem yang dibangun mencakup pembibitan ayam dari hulu (GPS, PS, FS), penguatan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, kesehatan hewan, rumah potong hewan unggas (RPHU) dan cold chain, pengolahan daging dan telur, hingga logistik dan pemasaran.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun dari Danantara.
Baca Juga:MBG Dibagikan saat Siswa Libur, Waka BGN: SPPG Tak Memaksa, Jangan DipelintirDi Baturraden, Menko Pangan Dorong Penguatan Susu Nasional untuk Sukseskan Program MBG
Selain itu, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun untuk peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa Merah Putih.
Direktur Utama ID Food, Gimoyo, mengatakan BUMN pangan akan berperan menyerap hasil produksi peternak rakyat sekaligus menjaga keseimbangan pasar.
Pada tahap awal, groundbreaking dilakukan di enam titik sebagai fase pertama dari total 30 lokasi pengembangan nasional. Enam titik tersebut berada di Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo (Gorontalo Utara), Kalimantan Timur (Paser), NTB (Sumbawa), dan Lampung (Lampung Selatan).
