Kementan dan JICA Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Produksi Susu dan Daging Nasional

Kerja sama
Kementan dan JICA menjalin kerja sama tingkatkan produksi susu dan daging nasional. Foto: Ditjen PKH Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani dengan menaruh perhatian besar pada sektor hulu peternakan.

Selain peningkatan produksi, penguatan manajemen dan pemanfaatan teknologi di pusat-pusat pembibitan ternak menjadi fokus utama.

Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan mengusulkan kerja sama teknis dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Baca Juga:Gelar Vaksinasi LSD di Bali, Kementan Fokus Lindungi PeternakSidak 6 TPH Ciputat Jelang Ramadan 2026, Bapanas dan Kementan Pastikan Harga Karkas Sesuai Kesepakatan

Usulan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas Unit Pelaksana Teknis (UPT), khususnya Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari dan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, yang memiliki peran strategis dalam penyediaan bibit ternak nasional.

Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menilai kedua UPT tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola agar hasilnya lebih optimal.

“Potensi BIB Singosari dan BBPTU-HPT Baturraden sangat besar. Tantangan utamanya terletak pada penguatan manajemen pemeliharaan, pakan, dan reproduksi,” kata Nuryani.

“Tiga aspek ini menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas ternak secara berkelanjutan,” sambung Nuryani saat pertemuan dengan tim JICA di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, berbagai fasilitas yang telah tersedia, termasuk laboratorium dan sarana pelatihan, perlu dioptimalkan melalui penerapan standar operasional prosedur yang lebih jelas serta pendampingan teknis yang berkelanjutan.

Dengan perbaikan manajemen, peningkatan produktivitas dan kualitas bibit ternak dinilai masih sangat memungkinkan tanpa penambahan populasi secara signifikan.

“Kami berharap kerja sama dengan JICA dapat memperkuat praktik terbaik di pusat pembibitan ini dan direplikasi ke UPT lain maupun peternak binaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tambahnya, dilansir rilis resmi Ditjen PKH Kementan.

Baca Juga:Pemprov Jatim dan Kementan Percepat Vaksinasi PMK, Amankan Lumbung Ternak NasionalJelang Ramadan 2026, Mentan Amran Warning Rumah Potong Hewan: Dilarang Naikkan Harga Daging

Sementara itu, Director Agricultural and Rural Development Group JICA, Makiko Asaoka, mengapresiasi pemanfaatan dukungan JICA sebelumnya yang dinilai masih berjalan dengan baik.

Menurutnya, keberlanjutan penggunaan bantuan tersebut menjadi dasar penting untuk melanjutkan kerja sama ke tahap berikutnya.

“Kami melihat dukungan JICA sebelumnya, baik berupa peralatan maupun transfer pengetahuan, masih dimanfaatkan secara optimal. Hal ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga keberlanjutan kerja sama,” ungkapnya.

0 Komentar