SERANG, BANTEN, Berita86.com – Pers mahasiswa dinilai bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler di lingkungan kampus, melainkan fondasi penting bagi keberlangsungan dan kualitas jurnalisme Indonesia ke depan.
Hal tersebut disampaikan dalam workshop mahasiswa bertema Penyajian Produk Jurnalistik yang digelar di Kampus UNIBA, Kota Serang, Sabtu, 7 Februari 2026.
Direktur Utama LKBN Antara, Beni Siga Butarbutar, menegaskan bahwa kualitas jurnalisme masa depan sangat ditentukan oleh pembinaan pers kampus saat ini.
Baca Juga:Tahap Pertama Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Kaltim Ikut Ambil BagianLongsor dan Tanah Bergerak Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia, 7 Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi
“Kalau pers kampusnya lemah, maka masa depan jurnalistiknya juga lemah,” tegasnya.
Menurut Beni, kampus menjadi motor awal dalam membangun ekosistem jurnalistik yang sehat.
Di lingkungan inilah mahasiswa ditempa untuk memiliki rasa ingin tahu, tanggung jawab, serta kebijaksanaan dalam memahami dan menerjemahkan situasi sebelum terjun ke dunia profesional.
Rektor UNIBA, Prof Bambang, pada kesempatan yang sama menyoroti pentingnya sinergi antara teori dan praktik.
Ia berharap workshop tersebut dapat mengasah kompetensi mahasiswa, sehingga ilmu yang diperoleh di ruang kelas dapat diimplementasikan melalui pengalaman langsung di lapangan.
Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PWI Pusat, Dr Ariawan, juga mengingatkan mahasiswa agar terus berkontribusi bagi bangsa.
Menurutnya, mahasiswa merupakan pilar demokrasi yang memiliki peran strategis, termasuk dalam memperkuat fungsi pers sebagai pilar demokrasi.
Baca Juga:Prabowo Tegaskan Peran Strategis MUI dan Janjikan Lahan di Bundaran HI untuk Pusat Lembaga Umat IslamMENSOS TEGAS! Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Reaktivasi Bisa Cepat
Ia menekankan bahwa pers perlu bermitra secara strategis dengan media sosial agar informasi yang disebarluaskan tetap utuh dan faktual.
Dukungan terhadap penguatan pers kampus juga datang dari pemerintah. Kepala Diskominfo SP Provinsi Banten, Beny Ismail, memandang mahasiswa sebagai agen perubahan dengan energi besar dalam membentuk opini publik.
“Mahasiswa harus dibekali etika jurnalistik agar konten yang mereka buat akurat, berimbang, dan mampu mereduksi berita hoaks di masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur CAJ PWI Pusat, Ahmed Kurnia, menambahkan bahwa pers kampus merupakan cikal bakal lahirnya jurnalis profesional.
Di tengah derasnya arus informasi yang serba instan, pers kampus dituntut tetap kritis dan konsisten menjaga metodologi jurnalistik demi menjaga nalar publik.
Lewat seminar ini menegaskan pentingnya melakukan verifikasi fakta sebelum membagikan informasi di media sosial agar tidak terjebak pada informasi mentah.
