Ia menambahkan, perilaku yang kerap dianggap sepele seperti menyontek dan datang terlambat ke kelas juga menjadi indikator rendahnya integritas di dunia pendidikan.
Dian mengingatkan agar kebiasaan tersebut tidak terbawa hingga para taruna resmi dilantik.
“Integritas bukan sekadar angka atau capaian, melainkan benteng pertahanan individu sebelum terjun ke dunia kerja yang penuh godaan,” katanya, dilansir dari rilis resmi KPK.
Baca Juga:Dua Dekade Tanpa Cela: KPK Anugerahkan Satyalancana bagi Pegawai BerintegritasOTT di KPP Madya Banjarmasin, KPK Tahan Kepala Kantor Terkait Dugaan Korupsi Restitusi Pajak
Lebih lanjut, Dian menekankan pentingnya partisipasi publik dalam menjaga integritas bangsa.
Sepanjang 2024, KPK menerima 4.560 laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan gratifikasi, suap, dan tindak korupsi.
Menurut KPK, angka tersebut menjadi sinyal bahwa masyarakat kini berperan aktif sebagai “intelijen” yang mengawasi perilaku aparatur negara.
Tak sedikit pula kasus yang ditangani KPK berawal dari informasi media massa maupun media sosial, menunjukkan semakin sempitnya ruang bagi pelaku korupsi untuk bersembunyi.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara calon aparatur negara dan KPK.
Lembaga antirasuah itu menegaskan, tantangan ke depan bukan semata memburu koruptor, tetapi memastikan generasi baru, termasuk Taruna Poltekpin, memiliki “imunitas” kuat terhadap sistem yang koruptif. (*)
