Ia menyebutkan, program yang akan dikawal HKTI mencakup penanaman tanaman keras yang ditumpangsarikan dengan hortikultura milik petani agar mampu memperkuat struktur tanah sekaligus memberi nilai ekonomi.
“Kami akan mengawal penanaman tanaman keras di sela-sela tanaman hortikultura. Salah satunya kopi, karena cocok di dataran tinggi,” ujarnya.
“Selain itu juga tanaman buah seperti durian dan kelengkeng yang akarnya dalam, sehingga bisa memperkuat tanah dan tetap memberi hasil ekonomi bagi petani,” sambung Sudaryono, dilansir dari rilis resmi Kementan.
Baca Juga:Sinergi Kuat Kementan–Polri, Produksi Naik dan Harga Pangan Tetap StabilMentan Bawa 24 Truk Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat, Siapkan Solusi Permanen Cegah Bencana
Wamentan Sudaryono menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam membangun pertanian berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.
HKTI berkomitmen terus hadir sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam upaya pemulihan wilayah terdampak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)
