Puluhan Ribu Anak Papua Putus Sekolah, Senator Filep Desak Pemerintah Bertindak

Prihatin
Ketua Komite III DPD RI, Dr Filep Wamafma meminta pemerintah langkah kebijakan yang konkret terhadap kondisi pendidikan di tanah Papua. Foto: Humas DPD RI.
0 Komentar

Selain itu, data rasio guru dengan siswa sangat penting. Rasio antara keduanya yang tinggi secara langsung menunjukkan kekurangan guru dan ketimpangan distribusi antar wilayah.

Kondisi kebutuhan sekolah seringkali melibatkan komite sekolah dalam pemenuhannya.

Maka inventarisasi masalah yang valid akan memberi solusi yang nyata. Jika perlu verifikasi data pendidikan dapat melibatkan tokoh adat dan gereja guna menjamin hasil data yang independen.

Dia menambahkan, tingkat putus sekolah yang tinggi yakni di atas 20 persen berpotensi menghambat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi lebih rendah 1–1,5 persen dalam satu dekade dibandingkan daerah dengan capaian pendidikan yang lebih baik.

Baca Juga:DPD Dapil Jabar Salurkan Bantuan Kebutuhan Pokok dan Uang Rp50 Juta untuk Korban Longsor Bandung BaratKemenag Salurkan Beasiswa Rp1,2 Miliar untuk 47 Mahasiswa Asli Papua

Maka menurut Filep, angka putus sekolah merupakan alarm penting karena merupakan persoalan yang kompleks dan mengancam masa depan generasi Papua. (*)

0 Komentar