Banjir, Puting Beliung, dan Longsor Terjang Empat Provinsi, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Bencana
BNPB melaporkan sejumlah kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu Sabtu, 14 Februari 2026 hingga Minggu, 15 Februari 2026. Foto: BNPB.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu Sabtu, 14 Februari 2026 hingga Minggu pagi, 15 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, 13 Februari 2026.

Di wilayah tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir sejak pukul 16.30 hingga 18.30 WITA menyebabkan debit air dari pegunungan meningkat tajam.

Baca Juga:UPDATE TERBARU: BNPB Catat 1.204 Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana di Aceh, Sumbar, dan SumutBNPB Pantau Rentetan Bencana di Sejumlah Daerah, Banjir dan Longsor Dominasi Awal Februari 2026

Sungai tak mampu menampung aliran air sehingga meluap dan merendam permukiman warga. Satu unit jembatan penghubung Desa Sumi dan Desa Nggelu turut terputus akibat derasnya arus.

Banjir berdampak pada dua kecamatan, yakni Langgudu dan Lambu, mencakup Desa Oi Karumbu, Desa Doro O’o, dan Desa Nggelu.

Sekitar 180 kepala keluarga atau 566 jiwa terdampak, dengan rincian 153 KK (473 jiwa) di Desa Oi Karumbu dan 27 KK (93 jiwa) di Desa Doro O’o.

Sebanyak 180 rumah terdampak, satu fasilitas pendidikan terendam, serta satu jembatan sepanjang 6 meter dan lebar 7 meter putus. Ketinggian air saat kejadian diperkirakan mencapai 20–80 sentimeter.

BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan pihak terkait. Tim Reaksi Cepat melakukan asesmen langsung di lokasi.

Warga Desa Nggelu secara swadaya membangun jembatan darurat, sementara BPBD setempat melakukan pelaporan dan penyebaran informasi dampak bencana.

Status tanggap darurat banjir, longsor, dan cuaca ekstrem di NTB tahun 2026 telah ditetapkan melalui keputusan gubernur sejak 19 Januari hingga 18 April 2026.

Baca Juga:Skandal Narkoba Eks Kapolres Bima Kota: Jejak AKBP Didik, AKP Malaungi hingga Polwan Dianita Terkuak!BNPB Kerahkan Lima Pesawat Modifikasi Cuaca Amankan Jakarta–Jawa Barat dari Hujan Ekstrem

Pos Komando Tanggap Darurat telah dibentuk, dan direncanakan perpanjangan masa tanggap darurat selama 29 hari mulai 4 Februari hingga 4 Maret 2026.

Kebutuhan mendesak meliputi dukungan logistik dan peralatan, alat berat untuk pembersihan material longsor, pemasangan bronjong di aliran sungai Desa Karumbu, serta pembangunan jembatan darurat penghubung Desa Sumi dan Desa Nggelu.

Unsur yang terlibat dalam penanganan antara lain BPBD Kabupaten Bima, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan aparat desa. Kondisi banjir kini berangsur surut dan warga mulai membersihkan lingkungan secara mandiri.

Sementara itu, angin puting beliung menerjang Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 14.30 WIB.

0 Komentar