Jawa Timur dan Wilayah Lain
Di Jawa Timur, banjir di Kabupaten Pasuruan berdampak pada 2.880 KK. Sementara di Kabupaten Jember, banjir menyebabkan 1 korban meninggal dunia dan berdampak pada 7.445 KK.
Di Provinsi Kalimantan Barat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bertambah sekitar 5 hektare di Kota Singkawang.
Sementara itu, di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir bandang di Kabupaten Sumbawa berdampak pada 270 KK atau 650 jiwa.
Karhutla Riau Capai 566,8 Hektare
Baca Juga:Banjir, Puting Beliung, dan Longsor Terjang Empat Provinsi, BNPB Imbau Tingkatkan KewaspadaanBNPB Pantau Rentetan Bencana di Sejumlah Daerah, Banjir dan Longsor Dominasi Awal Februari 2026
BNPB juga mencatat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau mencapai sekitar 566,8 hektare sejak 1 Januari hingga 17 Februari 2026.
Status Siaga Darurat diberlakukan hingga 30 November 2026 dan upaya pemadaman masih berlangsung.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga 21 Februari 2026, terutama di wilayah Pulau Jawa.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui optimalisasi posko siaga, pemantauan debit sungai dan waduk, pengawasan wilayah rawan longsor, serta penyebarluasan informasi peringatan dini.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah, membersihkan saluran air, memangkas pohon rawan tumbang, serta menyiapkan rencana evakuasi keluarga.
Kesiapsiagaan kolektif dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan mempercepat proses pemulihan di tengah potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering yang masih mengancam sejumlah wilayah Indonesia. (*)
