Washington DC, Amerika Serikat, Berita86.com— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik antara Indonesia dan Amerika Serikat di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah cepat yang telah ditempuh dalam proses perundingan.
Keduanya juga menegaskan komitmen kuat untuk segera mengimplementasikan kesepakatan strategis tersebut.
Baca Juga:Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Rekonstruksi GazaPresiden Prabowo Tunjuk Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031
Perjanjian ini diharapkan mampu memperkuat keamanan ekonomi masing-masing negara, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas dan kemakmuran ekonomi global.
Selain itu, kedua kepala negara menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait untuk segera mengambil langkah lanjutan guna memastikan implementasi perjanjian berjalan efektif dan tepat sasaran.
Penandatanganan kesepakatan ini menjadi simbol meningkatnya kepercayaan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra penting AS di kawasan Indo-Pasifik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi roundtable dalam Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026), dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat memiliki arti strategis bagi dunia usaha dan investasi kedua negara.
Menurut Kepala Negara, kerja sama ini menjadi sinyal kuat untuk memperdalam hubungan ekonomi.
“Hal ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk melanjutkan kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih kuat, dan kepastian yang lebih besar bagi dunia bisnis,” ujar Presiden, dilansir dari rilis resmi Setkab.
Baca Juga:Prabowo Dorong Kerja Sama Ekonomi RI–AS, Investasi Tembus USD53 Miliar dan 11 MoU DitandatanganiHadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Keberhasilan Swasembada Beras
Dari sisi fundamental ekonomi, Presiden menyampaikan optimisme terhadap kinerja nasional. Ia mengungkapkan bahwa realisasi investasi asing Indonesia mencapai USD53 miliar pada tahun lalu.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi dinilai tetap stabil dan menunjukkan tren peningkatan, serta diproyeksikan terus tumbuh pada tahun ini.
Presiden juga menegaskan komitmennya dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan serta memberantas praktik ilegal yang merugikan negara.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam memperkuat iklim investasi di Indonesia.
