Amman, Berita86.com- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II dalam kunjungan resminya ke Yordania, Rabu, 25 Februari 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Amman tersebut tidak hanya membahas isu strategis kawasan, tetapi juga mencerminkan kedekatan personal dua pemimpin yang telah lama bersahabat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa suasana hangat sangat terasa dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga:Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Disambut Putra Mahkota Al HusseinKeberhasilan Diplomasi Presiden Prabowo, 53 Komoditas Pertanian Indonesia Bebas Tarif ke Amerika Serikat
Menurutnya, hubungan Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II lebih dari sekadar relasi diplomatik.
“Pertemuan ini bukan hanya pertemuan dua kepala negara, tetapi juga pertemuan dua sahabat lama yang sudah saling mengenal dengan sangat baik. Itu terlihat dari suasana yang cair dan penuh keakraban,” ujar Teddy.
Secara substansi, pertemuan tersebut menindaklanjuti rapat pertama Board of Peace (BoP) bersama sejumlah negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, serta pihak terkait di kawasan Tepi Barat.
Kedua pemimpin membahas langkah lanjutan untuk menjaga momentum perdamaian dan memperkuat stabilitas kawasan.
Yordania dinilai memiliki peran strategis sebagai jalur distribusi bantuan kemanusiaan, baik melalui darat, laut, maupun udara.
Karena itu, koordinasi erat antara negara-negara terkait menjadi kunci untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara efektif sekaligus mendukung upaya de-eskalasi konflik.
Selain itu, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II juga menegaskan pentingnya mendorong solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan keluar yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina dan Israel.
Baca Juga:Prabowo Terima 12 Investor Raksasa AS, Buka Peluang Besar Investasi dan Lapangan Kerja di IndonesiaDiplomasi Prabowo di AS Hasilkan Empat Kesepakatan Strategis, Seskab: Perkuat Ekonomi dan Kedaulatan Energi
Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.
Menutup rangkaian kunjungan, momen hangat terlihat saat Raja Abdullah II secara langsung mengantar Presiden Prabowo ke bandara dengan menyetir sendiri kendaraan kepresidenan.
Gestur tersebut, menurut Teddy, menjadi simbol kuat dari persahabatan personal kedua pemimpin sekaligus eratnya hubungan bilateral antara kedua negara.
“Ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Yordania tidak hanya kuat secara diplomatik, tetapi juga dibangun atas dasar kepercayaan dan persahabatan yang tulus,” kata Teddy, dilansir dari laman resmi Setkab. (*)
