RIAU, Berita86.com- Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah se Provinsi Riau menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan berbagai pihak dalam menghadapi potensi kebakaran hutan menjelang musim kemarau.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Baca Juga:BNPB Catat 28 Kejadian Bencana dalam 24 Jam, Banjir dan Longsor Dominasi Pulau JawaBNPB Kerahkan Lima Pesawat Modifikasi Cuaca Amankan Jakarta–Jawa Barat dari Hujan Ekstrem
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto, Menteri Kehutanan, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk memastikan tingkat kesiapan seluruh unsur pemerintah sebelum memasuki musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi pada akhir Maret 2026.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama karena dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan di area yang terbakar, tetapi juga dapat menyebar ke wilayah lain bahkan hingga negara tetangga.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian Karhutla pada beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak melalui pendekatan kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.
Pola kerja sama tersebut diharapkan terus dipertahankan agar penanganan Karhutla tahun ini semakin optimal.
Masih dilansir dari rilis resmi BNPB, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Indonesia berhasil menekan jumlah kejadian Karhutla sehingga tidak melebihi kondisi parah yang terjadi pada tahun 2019.
Untuk menghadapi potensi kebakaran pada 2026, BNPB telah menyiapkan sejumlah strategi penanganan, salah satunya dengan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, serta masyarakat.
Baca Juga:Pesan Tegas Menko Polkam Djamari Chaniago ke Penerbang Muda TNI AU: Tempa Mental Hadapi Tugas BeratPresiden Prabowo Sampaikan Surat Duka atas Wafatnya Khamenei, Diserahkan Lewat Dubes Iran di Jakarta
Saat ini, mengingat masih terdapat potensi awan hujan di wilayah Riau, BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Operasi ini tidak hanya bertujuan membantu memadamkan titik api, tetapi juga meningkatkan ketersediaan air di embung dan kanal yang berada di sekitar kawasan hutan.
