Jakarta, Berita86.com– Di tengah meningkatnya konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar optimistis mengenai kondisi pangan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tetap terjaga, terutama untuk komoditas utama seperti beras.
Menurut Prabowo, Indonesia termasuk negara yang mampu mempertahankan stabilitas pangan saat banyak negara lain menghadapi ancaman krisis akibat gangguan rantai pasok global dan konflik internasional.
Baca Juga:Kabar Baik! Stok Beras Nasional Melimpah, Mentan Amran: Cukup Sampai 324 HariHadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Keberhasilan Swasembada Beras
Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual pada Senin, 9 Maret 2026, Prabowo mengatakan bahwa situasi global yang tidak menentu justru menjadi pengingat pentingnya memperkuat kemandirian pangan nasional.
“Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Di tengah dunia yang penuh konflik dan ketidakpastian, khususnya terkait pangan dan beras sebagai makanan pokok, posisi Indonesia masih cukup kuat,” ujar Prabowo.
Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk menghadapi tekanan global. Dengan pengelolaan yang tepat dan strategi yang konsisten, Indonesia diyakini dapat melewati berbagai tantangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonominya.
Prabowo mengaku telah mempelajari berbagai data terkait potensi ekonomi dan sumber daya nasional.
Berdasarkan perhitungan tersebut, ia optimistis Indonesia akan mampu keluar dari situasi global yang sulit dengan kondisi yang lebih baik.
“Kita punya kekuatan besar. Saya percaya setiap hari kita akan menjadi lebih kuat, lebih produktif, dan semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa dalam kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, ketahanan pangan menjadi faktor strategis yang harus terus dijaga.
Baca Juga:Puluhan WNI Akhirnya Tiba di Indonesia setelah Dievakuasi dari Iran: Mahasiswa hingga TurisAda Rapat Penting di Hambalang! Seskab Teddy Ungkap Fokus Arahan Presiden Prabowo
“Apapun yang terjadi di dunia, setidaknya kita harus memastikan rakyat Indonesia aman dari sisi pangan,” tegasnya, dilansir dari rilis resmi Setkab.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa kondisi pangan nasional hingga Maret 2026 berada dalam posisi aman.
Data terbaru menunjukkan produksi beras nasional berada di kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat yang rata-rata sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Secara keseluruhan, kata Mentan Amran Sulaiman, ketersediaan beras nasional tercatat mencapai 27,99 juta ton.
