Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Kapolri Turun Tangan! Polisi Buru Pelaku dan Ungkap Motif Mengejutkan

Jenderal Sigit
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Humas Polri.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Kasus penganiayaan berat berupa penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kini tengah menjadi sorotan.

Insiden penyiraman cairan diduga air keras tersebut terjadi di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis malam, 12 Maret 2026 dan saat ini sedang didalami oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa penanganan perkara ini mendapat perhatian langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga:Kapolri Minta Maaf ke Publik, Janji Tindak Tegas Anggota yang Langgar HukumBoleh atau Tak Boleh Korban TPPO Dipidana? Simak Penjelasan Wakapolri

Kepolisian pun bergerak cepat melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut.

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memintai keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan berbagai barang bukti yang dinilai berkaitan dengan insiden tersebut.

Dalam rilis resmi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir mengatakan seluruh proses dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation guna memastikan pengungkapan kasus berjalan secara akurat dan profesional.

Di sisi lain, korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

Pihak kepolisian berharap kondisi korban segera membaik sehingga dapat membantu proses penyelidikan lebih lanjut.

Polri juga mengajak masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada aparat kepolisian.

Dukungan informasi dari publik dinilai penting untuk membantu mengungkap kasus ini secara terang dan memastikan pelaku dapat segera ditangkap.

Baca Juga:Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat Sepanjang 2025, Kapolri: Hasil Kerja Keras Seluruh JajaranKapolri Turun Langsung di Palembang, 5.000 Ojol dan Buruh Deklarasi Jaga Keamanan Sumsel

Sementara itu, dalam pernyataan resmi, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan serangan air keras terhadap peneliti KontraS, Andrie Yunus, adalah kekerasan brutal sekaligus luka bagi demokrasi.

ICW memandang peristiwa ini sebagai serangan kepada ruang sipil yang harus diungkap tuntas dan dilawan.

Jika negara tidak tegas, peristiwa ini akan memperpanjang simbol rapuhnya penegakan hukum dan perlindungan negara bagi warga, sekaligus menjadi indikator bahaya pemberantasan korupsi.

Meski pelaku dan motif penyerangan masih samar, peristiwa ini terjadi di tengah menyusutnya kualitas demokrasi dan meningkatnya tekanan terhadap suara kritis.

KontraS selama ini dikenal sebagai organisasi masyarakat sipil yang konsisten mengkritik berbagai kebijakan pemerintah, khususnya terkait pelanggaran HAM serta kecenderungan militerisasi dalam kehidupan sipil dan pemerintahan, dengan Andrie Yunus sebagai salah satu vocal point.

0 Komentar