JAKARTA, Berita86.com— Duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Laut. Dua prajurit terbaik Korps Marinir gugur saat menjalankan tugas negara menjaga kedaulatan di Papua.
Mereka adalah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dan Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra.
Upacara persemayaman dan pelepasan jenazah Pratu Andi Suvio digelar secara militer di Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 23 Maret 2026.
Baca Juga:Siap-Siap Timnas Indonesia Main Akhir Pekan Ini! Catat Jadwalnya: Agenda FIFA Series 2026Serahkan Santunan 23 Prajurit TNI AL Korban Longsor Bandung Barat, Mensos: Dilanjutkan Program Pemberdayaan
Prosesi berlangsung khidmat dan penuh penghormatan, dipimpin langsung oleh Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr Endi Supardi.
Sebelumnya, jenazah Pratu Elki Saputra telah lebih dulu diberangkatkan ke kampung halamannya di Padang untuk dimakamkan secara militer. Keduanya gugur dalam kontak senjata saat menjalankan tugas operasi.
Dilansir dari rilis resmi TNI AL, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan bahwa kedua prajurit tersebut adalah putra terbaik bangsa yang gugur demi menjaga keutuhan NKRI.
Ia menyampaikan bahwa TNI AL saat ini memprioritaskan penghormatan terakhir serta memastikan seluruh hak keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik.
Rangkaian upacara berjalan tertib dan penuh makna. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Letkol Marinir Muhammad Kristian Widiantoro, sementara posisi Komandan Upacara diemban oleh Lettu Marinir Wilman Marbun.
Seluruh prosesi dilaksanakan sesuai tradisi militer sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas jasa dan pengabdian almarhum.
Setelah prosesi di Jakarta, jenazah Pratu Andi Suvio diberangkatkan ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk dimakamkan secara militer di kampung halamannya.
Baca Juga:4 Anggota TNI Tersangka Kasus Siram Air Keras ke Aktivis KontraS, Fakta Barunya Terungkap!Mentan Amran Ajak TNI Manfaatkan Lahan Tidur, Anggaran Rp10 Triliun Disiapkan
Kepergian dua prajurit ini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh jajaran Korps Marinir.
Namun di balik duka, tersimpan teladan tentang keberanian, loyalitas, dan pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara. (*)
