Banjir dan Angin Kencang Hantam Sejumlah Daerah, BNPB Keluarkan Peringatan Penting untuk Warga

Banjir
BNPB mencatat berbagai bencana di sejumlah wilayah Indonesia hingga Rabu, 25 Maret 2026. Foto: Humas BNPB.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berbagai kejadian bencana yang berdampak cukup besar di sejumlah wilayah Indonesia hingga Rabu pagi, 25 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi, bencana yang dipicu faktor hidrometeorologi basah—seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor—masih mendominasi kejadian di berbagai daerah.

Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, angin kencang melanda pada Senin malam, 23 Maret 2026 sekitar pukul 21.30 WIB.

Baca Juga:Dikebut! Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera Masuk Tahap KrusialBNPB Catat 28 Kejadian Bencana dalam 24 Jam, Banjir dan Longsor Dominasi Pulau Jawa

Terjangan angin tersebut merusak sejumlah bangunan di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari.

Data sementara menunjukkan sekitar 10 rumah warga dan tujuh tempat usaha mengalami kerusakan ringan.

Sehari setelah kejadian, BPBD setempat bersama relawan dan warga langsung bergerak melakukan pembersihan puing-puing serta material yang berserakan akibat angin kencang tersebut.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada waktu yang hampir bersamaan.

Hujan deras yang berlangsung cukup lama di wilayah dengan kondisi tanah labil memicu bencana di 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Lemahsugih, Malausma, dan Bantarujeg.

Dampaknya, tujuh kepala keluarga terdampak dengan beberapa rumah mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, infrastruktur juga terganggu, di mana enam ruas jalan tidak bisa dilalui, tiga akses penghubung desa terputus, serta satu jembatan mengalami kerusakan.

Baca Juga:Banjir, Puting Beliung, dan Longsor Terjang Empat Provinsi, BNPB Imbau Tingkatkan KewaspadaanBNPB Kerahkan Lima Pesawat Modifikasi Cuaca Amankan Jakarta–Jawa Barat dari Hujan Ekstrem

Hingga keesokan harinya, penanganan masih terus dilakukan dengan melibatkan aparat dan partisipasi masyarakat.

Masih dilansir dari rilis resmi BNPB, banjir juga melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa siang, 24 Maret 2026.

Curah hujan tinggi selama lebih dari dua jam menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Hasil pendataan awal menunjukkan sekitar 3.273 rumah terdampak banjir. Meski kondisi air mulai surut, upaya penanganan darurat terus dilakukan, termasuk evakuasi warga, penyediaan dapur umum, serta distribusi bantuan logistik.

Melihat tingginya potensi bencana hidrometeorologi, terutama menjelang libur Idulfitri 2026, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Langkah antisipasi perlu segera dilakukan, terutama saat terjadi hujan lebat dalam durasi panjang atau peningkatan debit air.

Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang.

0 Komentar