Jakarta, Berita86.com- Pemerintah terus mempercepat langkah menuju kemandirian energi nasional dengan mendorong hilirisasi sektor pertanian, terutama melalui pengembangan biofuel dan bioetanol.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar menghadapi tekanan geopolitik global sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya dalam negeri.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan hilirisasi kini menjadi prioritas utama pemerintah.
Baca Juga:Surat Edaran Baru Kementan Bikin Peternak Waspada, Ini Penyakit yang Ditakuti di PeternakanSinergi Kementan dan Kemenkop Perkuat Ekonomi Desa, Program Ayam Merah Putih Terintegrasi Koperasi
Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong akselerasi pemanfaatan energi berbasis pertanian.
Menurut Amran, situasi global yang tidak menentu menuntut Indonesia bergerak cepat, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada energi impor.
Salah satu langkah konkret yang tengah didorong adalah pengembangan biofuel berbasis sawit, termasuk implementasi program B50 yang ditargetkan mampu menggantikan impor solar hingga jutaan ton.
Tak hanya itu, pemerintah juga mulai menggenjot pengembangan bioetanol melalui program E20, yakni campuran etanol dengan bensin.
Bahan bakunya pun melimpah di dalam negeri, mulai dari jagung, tebu, hingga ubi kayu yang mudah dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia.
Amran juga menyoroti potensi besar dari produk sampingan industri gula, seperti molase atau tetes tebu, yang selama ini banyak diekspor.
Padahal, bahan tersebut bisa diolah menjadi bioetanol bernilai tinggi untuk kebutuhan energi nasional.
Baca Juga:Kunjungan Prabowo Subianto ke Jepang Disambut Haru, Siap Bawa Investasi BesarBazar Monas Bikin Heboh! Kupon Rp500 Ribu Laris, UMKM Panen Omzet di Momen Lebaran
Ia menekankan bahwa ke depan, kemandirian pangan dan energi harus berjalan beriringan.
Sinergi antar sektor menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya kuat dalam produksi pangan, tetapi juga mampu berdiri mandiri dalam pemenuhan energi.
“Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama,” tegas Mentan Amran, Senin, 30 Maret 2026.
Masih dilansir dari rilis resmi Kementan, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut sektor pertanian kini memegang peran penting dalam transisi energi.
Setelah keberhasilan menjaga stabilitas pangan, langkah selanjutnya adalah memperkuat kontribusi pertanian dalam sektor energi terbarukan.
Untuk mempercepat realisasi program ini, Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga menggandeng berbagai BUMN pangan sebagai penggerak utama di lapangan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka potensi besar yang selama ini belum dimaksimalkan.
