Bad Ragaz, Swiss, Berita86.com- Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung perdamaian Palestina melalui keikutsertaan aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah badan internasional yang dibentuk untuk mengawal proses stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangannya di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjelaskan bahwa salah satu agenda utama Presiden Republik Indonesia adalah penandatanganan Piagam Board of Peace.
Baca Juga:Indonesia–Inggris Tingkatkan Kerja Sama Strategis, Presiden Prabowo Bertemu PM StarmerBerdampak untuk Kepentingan Nasional: Ini Capaian Konkret dari Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris
Langkah ini merupakan kelanjutan dari proses panjang dialog dan serangkaian pertemuan antarnegara, khususnya negara-negara Islam dan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, yang selama ini intens membahas situasi kemanusiaan dan politik di Palestina.
Menurut Menlu, kesepakatan pembentukan Board of Peace lahir dari tekad bersama komunitas internasional untuk terlibat secara lebih konkret dalam upaya mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Gaza.
Sejumlah pertemuan tingkat tinggi telah digelar sebagai bagian dari proses tersebut, hingga akhirnya mencapai titik temu dalam pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momentum penting penandatanganan piagam Board of Peace.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia memandang keikutsertaan dalam BoP sebagai langkah strategis yang sejalan dengan sikap konsisten Indonesia sejak awal dalam mendukung perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya terkait perjuangan rakyat Palestina.
Meskipun proses pembentukan badan internasional ini berlangsung relatif cepat, Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia untuk bergabung setelah melalui pertimbangan matang terhadap berbagai aspek strategis, politik, dan kemanusiaan.
Keputusan tersebut juga diambil melalui konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York.
Dilansir dari rilis resmi BPMI Setpres, dalam forum tersebut, sejumlah negara menyatakan kesepakatan untuk bersama-sama menjadi bagian dari Board of Peace.
Baca Juga:Tito Karnavian Tinjau Jembatan Terdampak Bencana di Bireuen, Dorong Percepatan RehabilitasiPresiden Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Belajar Sungguh-sungguh dan Hormati Orang Tua
Negara-negara tersebut antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turki, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.
Menlu meyakini bahwa keberadaan Board of Peace merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan oleh masyarakat internasional dalam mengawal proses perdamaian Palestina secara lebih terarah dan berkelanjutan.
