Gelar Vaksinasi LSD di Bali, Kementan Fokus Lindungi Peternak

Vaksinasi
BPTU-HPT Denpasar gelar vaksinasi LSD dosis pertama di Breeding Center Pulukan, Selasa, 3 Februari 2026. Foto: Ditjen PKH Kementan.
0 Komentar

Denpasar, Berita86.com- Bagi peternak, penyakit bukan hanya ancaman kesehatan ternak, tetapi juga risiko langsung terhadap pendapatan dan keberlanjutan usaha.

Karena itu, vaksinasi menjadi langkah kunci untuk melindungi ternak, menekan potensi kerugian ekonomi, sekaligus menjaga produksi tetap stabil.

Upaya ini kembali diperkuat Kementerian Pertanian melalui pelaksanaan vaksinasi Lumpy Skin Disease (LSD) di sentra pembibitan sapi Bali.

Baca Juga:Investasi Sapi Bertambah, 1.383 Sapi Perah Sudah Tiba di Cilacap, Dikelola Peternak MitraSidak 6 TPH Ciputat Jelang Ramadan 2026, Bapanas dan Kementan Pastikan Harga Karkas Sesuai Kesepakatan

Sebagai bagian dari pencegahan penyakit hewan menular strategis, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar melaksanakan vaksinasi LSD dosis pertama di Breeding Center Pulukan, Selasa, 3 Februari 2026.

Langkah preventif ini ditujukan untuk melindungi ternak dari ancaman LSD sekaligus menjaga lingkungan pembibitan tetap sehat dan aman.

Kepala BPTU-HPT Denpasar, I Gusti Putu Ngurah Raka, menegaskan pentingnya vaksinasi sebagai fondasi keberlanjutan usaha pembibitan yang hasilnya akan dirasakan langsung oleh peternak.

“Vaksinasi LSD merupakan langkah krusial dalam menjaga kesehatan ternak di lingkungan breeding center,” ujarnya, dilansir dari rilis resmi Ditjen PKH Kementan.

Lanjutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencegah penularan penyakit, tetapi juga menjadi wujud komitmen BPTU-HPT Denpasar dalam menjaga keberlanjutan program pembibitan yang berkualitas dan berdaya saing.

Pada tahap awal, sebanyak 60 ekor ternak telah mendapatkan dosis pertama vaksin LSD.

Selain vaksinasi, penerapan biosecurity ketat terus dilakukan secara konsisten untuk memutus mata rantai penularan penyakit, baik dari dalam maupun luar lingkungan breeding center.

Baca Juga:Dimulai dari Malang: Groundbreaking Hilirisasi Ayam di 6 Titik, Perkuat Pasokan Protein NasionalPemprov Jatim dan Kementan Percepat Vaksinasi PMK, Amankan Lumbung Ternak Nasional

Sistem ini memastikan bibit yang dihasilkan sehat dan aman untuk dikembangkan oleh peternak di berbagai daerah.

Kementerian Pertanian menilai langkah ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi peternak dari ancaman penyakit yang dapat menggerus produktivitas dan pendapatan.

Ternak yang sehat berarti risiko kematian dan penurunan performa dapat ditekan, sehingga usaha peternakan tetap berjalan dan memberi keuntungan berkelanjutan bagi peternak.

Di kesempatan terpisah, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menekankan bahwa vaksinasi dilakukan untuk memutus penularan LSD yang berpotensi mengganggu ekonomi peternak.

“Peternak diminta segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit sapi, tidak memasukkan maupun mengeluarkan ternak dari kandang di zona tertular, serta menjaga kebersihan kandang untuk mengurangi habitat vektor pembawa penyakit,” ujar Hendra Wibawa.

0 Komentar