JAKARTA, Berita86.com- Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis untuk mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro sebagai langkah konkret memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional dari tingkat paling dasar.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang hadir pada rapat terbatas tersebut menjelaskan bahwa Presiden menaruh perhatian besar pada percepatan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi.
Baca Juga:Dua Bulan Pascabencana, 5.500 Rumah dan 98 Jembatan Rampung, Presiden Prabowo Minta Update Berkala ke PublikRapim TNI-Polri di Istana, Berikut 8 Hal Penting yang Disampaikan Presiden Prabowo
Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi pelengkap program Waste to Energy yang selama ini telah berjalan.
Jika Waste to Energy berfokus pada konversi sampah menjadi energi listrik dalam skala besar, maka pendekatan baru ini diarahkan untuk menjawab persoalan sampah langsung di tingkat komunitas.
Teknologi pengolahan sampah level mikro yang dibahas dalam rapat tersebut dirancang untuk menangani volume sampah di tingkat kelurahan atau desa, dengan kapasitas sekitar 10 ton per hari.
Skema ini dinilai lebih adaptif dan responsif terhadap persoalan sampah harian masyarakat, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
Dalam pelaksanaannya, program ini akan dijalankan secara terintegrasi dengan Danantara serta berkoordinasi erat dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa teknologi yang diterapkan memenuhi standar lingkungan, aman digunakan, serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem sekitar.
Pemerintah menargetkan uji coba teknologi pengolahan sampah skala mikro ini dapat dimulai pada tahun ini di sejumlah kota.
Baca Juga:Presiden Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Haji, Bangun Kampung Haji di Makkah dan Tekan ONHHadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Presiden Prabowo Tegaskan Perang Lawan Korupsi
Langkah tersebut diharapkan menjadi terobosan percepatan penanganan sampah di tingkat lokal sekaligus mendorong kemandirian daerah dalam mengelola limbahnya.
Berbeda dengan skema Waste to Energy yang menghasilkan listrik, teknologi skala mikro ini difokuskan pada pengolahan sampah menjadi material turunan yang memiliki nilai guna.
Salah satu contohnya adalah pemanfaatan hasil olahan sampah sebagai material campuran semen untuk pembangunan infrastruktur seperti trotoar.
Dengan pendekatan ini, sampah tidak hanya dikurangi, tetapi juga diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi pembangunan. (*)
