Menko Polkam Tekankan Kepemimpinan Berkarakter dalam Rapim TNI AD

Arahan
Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan pentingnya peningkatan kualitas kepemimpinan perwira serta profesionalisme prajurit TNI AD. Foto: Kemenkopolkam.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menekankan pentingnya peningkatan kualitas kepemimpinan perwira serta profesionalisme prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan pembekalan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam arahannya, Djamari menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menegaskan peran strategis TNI dan Polri sebagai penopang utama bangsa bersama seluruh komponen masyarakat.

Baca Juga:Menko Polkam Ingatkan Ancaman Siber: Disiplin dan Kesiapsiagaan Jadi Kunci Keamanan NasionalMenko Polkam Koordinasi Lintas Instansi: Tindak Lanjuti Arahan Presiden Tangani Bencana Sumatera

Karena itu, penguatan kepemimpinan dan profesionalisme prajurit harus terus menjadi prioritas, salah satunya melalui peningkatan mutu pendidikan dan pelatihan di lingkungan TNI.

“Kalau ingin memperbaiki satuan, yang harus diperbaiki adalah manusianya. Dan untuk memperbaiki manusia, pendidikan dan latihan harus menjadi perhatian utama,” ujar Djamari.

Ia menegaskan, kepemimpinan merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki setiap perwira.

Menurutnya, seorang perwira sejati akan merasa paling dekat dan nyaman saat berada di tengah prajuritnya, memahami kondisi serta perasaan mereka.

“Kedekatan dan kasih sayang antara perwira dan prajurit membuat kehilangan satu prajurit menjadi beban berat bagi komandannya. Saya pernah bertemu seorang komandan yang rutin berpuasa demi keselamatan prajuritnya,” ungkapnya.

Menko Polkam, sebagaimana dilansir dari rilis resmi Kemenkopolkam, juga menyoroti pentingnya kebanggaan terhadap profesi sebagai prajurit.

Kebanggaan tersebut, kata dia, harus menjadi energi untuk meningkatkan semangat pengabdian, bukan menjadi sumber kesombongan.

Baca Juga:Tim Gabungan Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Pidie, Aceh: Tak Temukan Pelaku, Sita Alat-alat KerjaInfo Program Tiket Mudik Gratis 2026, Simak Penjelasan Lengkap Menteri Perhubungan

“Kebanggaan itu untuk membangkitkan semangat dalam melaksanakan tugas, bukan untuk sombong,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama memiliki kebanggaan dan semangat pengabdian, usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya bagi negara.

Menurutnya, kesehatan merupakan rezeki utama yang memungkinkan seseorang mengabdi secara optimal.

“Sebagai tentara, kita hanya punya dua pilihan: hidup atau mati, tidak ada kata sakit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Djamari juga mengingatkan bahwa setiap tentara harus memiliki tiga unsur penting, yakni kecerdasan, semangat, dan karakter. Dari ketiganya, karakter menjadi faktor penentu yang tidak boleh diabaikan.

Perwira harus menjunjung tinggi karakter luhur agar mampu menjadi teladan dalam sikap, ucapan, dan tindakan, sehingga kehadirannya menghadirkan ketenangan serta keyakinan bagi yang dipimpin.

0 Komentar