Perkuat Hulu Peternakan Lewat BUMN, Mentan Amran Targetkan Harga Ayam dan Telur Stabil

Aman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: Kementan.
0 Komentar

Jakarta, Berita86.com- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga ayam dan telur nasional dengan memperkuat sektor hulu peternakan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Mentan Amran, pengembangan peternakan ayam terintegrasi melalui Danantara dilakukan agar negara memiliki kendali pada sektor hulu, seperti pakan, vaksin, dan DOC (day old chick), yang selama ini kerap menjadi pemicu gejolak harga.

Tanpa intervensi di hulu, fluktuasi harga di hilir dinilai akan terus terjadi dan memicu ketegangan antara peternak dan konsumen.

Baca Juga:Dimulai dari Malang: Groundbreaking Hilirisasi Ayam di 6 Titik, Perkuat Pasokan Protein NasionalDukung MBG, Danantara Siapkan Rp20 Triliun untuk Peternak Ayam Pedaging dan Petelur

“Kita ingin harga stabil. Harga DOC, harga telur, harga ayam stabil. Caranya untuk menstabilkan yaitu pemerintah harus bergerak dari hulu, yaitu pakan, vaksin, dan DOC, tanpa itu tidak mungkin,” kata Amran.

“Sampai kiamat pun kita ribut konsumen dan produsen,” lanjut Mentan Amran saat doorstop usai Rakortas Tingkat Menteri di Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia mencontohkan, lonjakan harga DOC yang pernah mencapai 30 persen berdampak langsung pada kenaikan harga ayam dan telur di tingkat konsumen.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu hadir secara tegas untuk menjaga keseimbangan harga.

Mentan Amran menegaskan, pelibatan BUMN Pangan, termasuk Danantara, bukan untuk mengambil alih usaha peternak rakyat.

Peran BUMN difokuskan sebagai stabilisator di sektor hulu guna menjamin ketersediaan pasokan dan menjaga harga input produksi tetap wajar.

“Awalnya banyak salah paham. Dipikir ini harus seperti perusahaan swasta dari hulu ke hilir. Enggak. Pemerintah di hulu sebagai stabilisator. Jadi nanti bergeraknya BUMN di hulu, itu di pakan dan DOC. Ini menjamin suplai ke peternak kecil. Peternak kecil ikut nanti,” jelasnya.

Baca Juga:Tahap Pertama Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Kaltim Ikut Ambil BagianSinergi Kuat Kementan–Polri, Produksi Naik dan Harga Pangan Tetap Stabil

Ia juga menambahkan, keterlibatan BUMN yang berada dalam satu garis komando pemerintah memastikan kebijakan stabilisasi dapat dijalankan secara konsisten dan tegas, terutama jika terjadi praktik yang merugikan peternak maupun konsumen.

“Kenapa BUMN kita libatkan? Kalau BUMN-nya macam-macam kita copot. Sederhana kan? Dan ini pemerintah. Enggak mungkin macam-macam direksinya. Garis komando,” paparnya.

“Kalau naikkan harga atau menyusahkan peternak, ya dia ditindak,” tegas Mentan Amran Sulaiman, seperti dilansir dari rilis resmi Kementerian Pertanian.

0 Komentar