PACITAN, Berita86.com– Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melepas ekspor gula aren ke tiga negara yaitu Malaysia, Belanda, dan Australia.
Pelepasan ekspor gula aren tersebut dilakukan di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut, Mendes Yandri mengatakan ekspor gula aren itu akan menjadi titik bangkit produk-produk lokal di Pacitan untuk merambah ke pasar global.
Baca Juga:Mensos Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Turun Gunung Perkuat Akurasi Data Penerima BantuanHadiri Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Keberhasilan Swasembada Beras
Sebab desa dinilai punya banyak potensi unggulan, yang jika dikelola dengan baik akan menyejahterakan masyarakat sekitarnya.
“Ini merupakan momen yang luar biasa, pelepasan ekspor gula organik ke tiga negara. Dan insya Allah selanjutnya akan disusul ekspor-ekspor lain di Pacitan. Sehingga Pacitan semakin mendunia,” jelas Mendes Yandri.
Mendes Yandri memang memberikan arahan dalam agenda Pelepasan Ekspor Gula Aren di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis, 12 Februari 2026.
Mendes Yandri juga mengapresiasi sejumlah stakeholder yang turut hadir dan berkontribusi, serta mengajak warga desa sekitar agar aktif terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi kreatif tersebut.
Hal ini penting agar masyarakat memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi untuk menjaga dan merawat lahan desa yang potensial untuk diolah dan dikembangkan.
Ia juga berharap, warga desa terus memelihara tradisi gotong royong, agar memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang ada, baik tenaga maupun material.
Hal ini penting untuk kemajuan desa, seperti dalam pengembangan ekonomi melalui pasar desa.
Baca Juga:Dorong Solusi Aset Migas dan Sumur Tua, Senator Abdul Hamid Perjuangkan Kepastian Lahan untuk Warga RiauMenaker Terbitkan Aturan WFA bagi Pekerja Sektor Swasta pada Libur Nyepi dan Idul Fitri, Ada 6, Simak di Sini
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kerja hebat, kerja luar biasa dari Kepala Desa, kemudian PT ASTRA, Pemerintah Daerah, dan lembaga terkait,” katanya.
“Ini bukan kerja gampang, ini kalau tidak ada kolaborasi tidak mungkin bisa terjadi. Sebab kita ini bukan Superman, tapi Supertim” papar Menteri Yandri.
Mendes Yandri juga menambahkan, upaya ekspor ini memerlukan perhatian ekstra pada kontinuitas produksi dan logistik agar produk desa benar-benar bisa menembus dan bertahan di pasar internasional.
Ia berharap para pelaku usaha yang ada di desa agar betul-betul dapat memperhatikan sisi kualitas, kemasan, dan sertifikasi agar produk tersebut mampu bersaing di pasar global secara berkelanjutan.
