Kolaborasi antara pemerintah, investor, koperasi, BUMN, dan peternak diharapkan mampu meningkatkan daya saing peternak rakyat.
Di sektor kesehatan hewan, pemerintah memperkuat pengendalian penyakit sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi.
Sekitar 4 juta dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah dialokasikan dan didistribusikan berdasarkan zona risiko.
Baca Juga:Sinergi Kuat Kementan–Polri, Produksi Naik dan Harga Pangan Tetap StabilSidak 6 TPH Ciputat Jelang Ramadan 2026, Bapanas dan Kementan Pastikan Harga Karkas Sesuai Kesepakatan
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Barat, Joko Trianto Nugroho, menilai kebijakan hilirisasi dan program MBG memberi dampak positif bagi peternak rakyat karena menciptakan permintaan yang stabil.
Ia optimistis berbagai dukungan pemerintah, mulai dari hilirisasi, pengendalian penyakit, hingga perluasan pasar, akan semakin memperkuat posisi peternak lokal.
Kementerian Pertanian menegaskan, penguatan subsektor peternakan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi peternak, menjaga keberlanjutan usaha, serta memastikan produksi protein hewani nasional terus meningkat secara berkelanjutan. (*)
