Agita Soroti Kesiapan Daerah Hadapi Perubahan Tata Kelola Haji 2026

ibadah haji
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji/freepik.
0 Komentar

BANDUNG, Berita86.com- Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia daerah pemilihan Jawa Barat, Agita Nurfianti, menegaskan bahwa perubahan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji harus dibarengi dengan kesiapan yang matang di tingkat daerah.

Menurut Agita, peralihan kewenangan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah memang membawa perubahan signifikan.

Meski sumber daya manusia di daerah dinilai cukup berpengalaman karena berasal dari struktur sebelumnya, keterbatasan personel dan persoalan administratif pasca-transisi masih menjadi tantangan yang perlu segera ditangani pemerintah pusat.

Baca Juga:DPD Dapil Jabar Salurkan Bantuan Kebutuhan Pokok dan Uang Rp50 Juta untuk Korban Longsor Bandung BaratDPD RI Serap Masukan Revisi UU Sisdiknas di Yogyakarta

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan reses penyerapan aspirasi masyarakat yang digelar di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Barat, Senin, 23 Februari 2026.

Agenda ini juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang perubahan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, khususnya untuk persiapan musim haji 1447 H/2026 M.

Perubahan Kuota Dinilai Lebih Adil, Tapi Picu Dampak Baru

Dalam forum tersebut, Agita mengapresiasi kebijakan baru terkait penghitungan dan distribusi kuota haji berbasis daftar tunggu provinsi.

Ia menilai sistem ini lebih adil dalam aspek masa tunggu calon jemaah.

Namun demikian, kebijakan tersebut juga menimbulkan dinamika di sejumlah daerah.

Beberapa wilayah mengalami penurunan kuota secara signifikan, sementara sebagian jemaah harus segera melunasi biaya haji dalam waktu yang relatif singkat.

“Kondisi ini perlu diantisipasi agar tidak memicu kursi kosong menjelang keberangkatan,” ujarnya.

Agita juga menyoroti terbatasnya jumlah jemaah cadangan meskipun target pelunasan biaya haji hampir tercapai.

Ia mendorong adanya tambahan tahap pelunasan guna memperkuat cadangan jemaah.

Baca Juga:Ini Jadwal Main Indonesia di FIFA Series 2026 di GBK Jakarta: Tanggal dan Jam LengkapDorong Solusi Aset Migas dan Sumur Tua, Senator Abdul Hamid Perjuangkan Kepastian Lahan untuk Warga Riau

Langkah ini dinilai penting agar tidak merugikan negara maupun calon jemaah yang telah siap berangkat, sekaligus memastikan kuota haji terserap optimal.

Fasilitas Embarkasi dan Kesiapan Jemaah

Dari sisi fasilitas, Agita mengapresiasi kesiapan embarkasi di Embarkasi Jakarta–Bekasi serta Asrama Haji Indramayu.

Peningkatan kualitas fasilitas yang setara hotel bintang tiga dinilai sebagai langkah positif untuk membantu adaptasi jemaah, terutama lansia.

Ia menilai pembiasaan ini penting agar jemaah lebih siap menghadapi kondisi selama berada di Tanah Suci.

0 Komentar