JAKARTA, Berita86.com- Festival Nyepi 2026 diselenggarakan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno datang dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
Acara hasil kerja sama Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi DKI Jakarta ini menampilkan parade budaya serta pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Baca Juga:Buka Festival Bedug DKI Jakarta 2026, Gubernur Pramono: Ini Ruang Ekspresi BudayaIni Jadwal Main Indonesia di FIFA Series 2026 di GBK Jakarta: Tanggal dan Jam Lengkap
Dalam sambutannya, Wagub Rano Karno mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
“Dalam pawai budaya ini, kurang lebih 2.000 peserta terlibat dengan menampilkan sekitar 13 hingga 15 ogoh-ogoh yang diarak dalam rangkaian parade budaya,” kata Rano Karno.
“Ogoh-ogoh merupakan bagian dari tradisi menjelang Nyepi yang melambangkan sifat-sifat negatif dalam diri manusia yang perlu disucikan,” sambung Wagub Rano Karno.
Ogoh-ogoh diarak dalam satu rangkaian parade budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Bundaran HI.
Tradisi ini tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memuat nilai budaya yang kuat.
Wagub Rano berharap kegiatan tersebut dapat menjadi hiburan bagi warga Jakarta sekaligus menjadi inspirasi untuk menghormati keberagaman budaya.
“Kami mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi kepada umat Hindu di Jakarta maupun di seluruh Indonesia,” kata Rano Karno.
Baca Juga:Gubernur Pramono Atur Lapangan Padel: Tak Boleh Lagi di Kawasan Perumahan, Simak Rincian Aturannya di SiniMotivasi Gubernur Pramono untuk Penerima KJMU: Pendidikan Jadi Kunci Raih Masa Depan Gemilang
“Semoga perayaan ini membawa kedamaian, menjadi momentum refleksi diri, serta mampu memperkuat persatuan di Jakarta,” imbuhnya.
Sementara itu, Rini (29), salah satu warga yang hadir menyaksikan Festival Nyepi di Bundaran HI, mengaku senang dapat melihat pawai ogoh-ogoh secara langsung.
Apalagi, kegiatan ini adalah yang pertama di Jakarta. Rini datang bersama keluarganya dan melihat langsung kegiatan tersebut.
“Senang sekali. Setahu saya biasanya hanya ada di Bali. Sekarang bisa melihatnya langsung di Jakarta,” ucap Rini penuh semangat.
Kegiatan seperti ini, lanjut Rini, harus terus dipertahankan atau dilakukan lagi pada waktu-waktu mendatang dengan tujuan menjaga kelestarian budaya sekaligus kebersamaan sesama masyarakat. (*)
