Banjir dan Angin Kencang Terjang Sejumlah Wilayah Indonesia, Jakarta Terparah: 105 RT Terendam

Banjir
Bencana banjir di berbagai daerah di Indonesia pada pekan pertama Maret 2026. Foto: BNPB.
0 Komentar

Sebanyak 660 rumah warga dan dua akses jalan dilaporkan terendam dengan ketinggian air antara 10 hingga 40 sentimeter. Hingga kini, genangan air di beberapa lokasi masih belum surut.

Sementara itu, banjir juga melanda wilayah Kecamatan Moutong di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sebanyak 391 kepala keluarga atau 1.089 jiwa terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu malam.

Baca Juga:Pemprov DKI Kerahkan 1.200 Pompa atasi Banjir, Pramono: Tetap Waspada dan Ikuti Informasi Resmi soal CuacaBNPB Catat 28 Kejadian Bencana dalam 24 Jam, Banjir dan Longsor Dominasi Pulau Jawa

Kondisi saat ini mulai berangsur membaik setelah hujan mereda dan air surut hingga menyisakan genangan sekitar 15 sentimeter.

Di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, banjir yang terjadi pada Jumat petang berdampak pada sembilan desa di empat kecamatan.

Sedikitnya 527 rumah, dua fasilitas pendidikan, serta tiga kantor pemerintahan terdampak. Selain itu, satu jembatan dilaporkan putus akibat derasnya arus air.

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah

Selain banjir, cuaca ekstrem berupa angin kencang juga terjadi di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan merusak puluhan rumah warga.

Tercatat 17 rumah mengalami kerusakan ringan dan dua rumah rusak sedang, sementara satu warga dilaporkan mengalami luka ringan.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Angin kencang dan pohon tumbang merusak 28 rumah warga, dengan rincian 19 rumah rusak ringan, delapan rusak sedang, dan satu rusak berat.

Baca Juga:Meriahnya Festival Nyepi di Bundaran HI, Warga: Sekarang Bisa Melihat Langsung di JakartaJelang Persib vs Persik Kediri, Bojan Hodak Bingung Pilih Starter, Ternyata Ini Alasannya

Empat warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Cuaca ekstrem juga melanda wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat.

Hujan deras disertai angin kencang merusak rumah warga, tempat ibadah, serta bangunan usaha. Sedikitnya 126 kepala keluarga atau 378 jiwa terdampak kejadian ini.

Menanggapi berbagai kejadian tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan angin kencang.

Masyarakat diminta memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan aman, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, serta memantau ketinggian air bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

Jika hujan deras berlangsung lama, warga diimbau segera melakukan evakuasi mandiri sesuai jalur evakuasi yang tersedia dan selalu memantau informasi cuaca dari sumber resmi. (*)

0 Komentar